Wilayah Indonesia Tak Steril Terorisme

Wilayah Indonesia Tak Steril Terorisme
 ilustrasi (dok. kb7)
 08 Agustus 2017 12:27:00 wib
Share :

Kabar7, Padang - Seluruh wilayah Indonesia, baik Kabupaten/Kota dan Provinsi, tidak ada yang bersih atau steril dari terorisme.

Meski jumlah teroris di daerah tidak banyak, namun keberadaan kelompok radikal ini harus mendapat kewaspadaan tinggi dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, usai membuka pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 wilayah Sumatera Barat (Sumbar) di Padang, Senin (7/8/2017) malam.

"Itu fakta dari total lebih dari 1200 lebih teroris yang telah tertangkap berasal dari berbagai daerah. Memang mereka tidak sering pulang ke kampung halamannya, tapi kalau sampai mereka pulang dan menyebarkan ideologi kekerasan, apalagi sampai melakukan aksi, itu jelas tidak boleh terjadi. Dari situlah kita harus selalu waspada terhadap kelompok ini," kata Suhardi.

Kemajuan informasi teknologi telah membuat orang rentan terhadap propaganda radikal dan terorisme. Dari hasil survei nasional, disebutkan setiap orang Indonesia rata-rata bermain dengan gadget selama 131 per hari.

"Akibat globalisasi itu nilai-nilai tradisional islam banyak tergerus dan terbawa ideologi transnasional. Bahkan pelaku penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan depan Mabes Polri, orang dari Sumbar yaitu Kabupaten Agam," katanya.

Dari berbagai data yang ia kumpulkan ada puluhan orang Minang yang 'terbawa' paham kekerasan itu. Beruntung mereka sudah tertangkap. Mereka berasal hampir di seluruh Provinsi Sumbar dan sebagian masuk jaringan ISIS.

Atas fakta ini, BNPT terus membuat kreasi dalam menjalankan program penanggulangan terorisme. Salah satunya yakni pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 di Padang. Kegiatan serupa yang dilakukan BNPT sudah yang keempat kalinya dalam satu tahun ini.

"Kenapa berharap banyak pada generasi muda? Karena sasaran brain storming mereka adalah generasi muda. Karena itu, anak muda jangan hanya diisi pengetahuan saja, tapi juga ideologi dan agama. Makanya dengan duta damai ini kami mengkreasikan generasi muda untuk membantu BNPT melakukan kontra narasi di dunia maya dengan konten-konten damai dan positif," papar mantan Kapolda Jabar ini.

Suhardi mengaku bingung dan menganggap keberadaan terorisme sebagai aneh tapi nyata. Apalagi mereka bangga membunuh manusia dan mereka bangga dengan kekejaman dan sikap yan tak berperikemanusiaan. Karena itu, propaganda kekerasan itu harus dilawan. Dan duta damai dunia maya ini adalah solusi dari upaya tersebut.

"Saya perlu memberi penghargaan kepada BNPT. Tidak hanya mengejar teroris, tapi BNPT telah masuk ke pencegahan. Apalagi yang kita hadapi adalah upaya untuk meracuni generasi muda dan anak-anak untuk berbuat sadis dengan mengatasnamakan agama," katanya.

Untuk diketahui, pembukaan duta damai dunia maya itu dihadiri Gubernur Sumbar Prof. Dr. Irwan Prayitno, Psi, MSc, Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi III BNPT Irjen Pol. Drs. Hamidin, Kapolda Sumber Irjen Pol. Fahrizal, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, dan anrem Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Inspektur BNPT DR. Amrizal, MM dan jajaran FKPT Sumbar.

(hadi)