Waktu Grasi Jadi Penghambat Eksekusi Mati

Waktu Grasi Jadi Penghambat Eksekusi Mati
 Jaksa Agung M Prasetyo (dok. kb7)
 18 Agustus 2017 14:20:37 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Batas grasi bagi terpidana mati menjadi penghambat Kejaksaan Agung melakukan eksekusi mati jilid empat. Untuk itu Jaksa Agung M Prasetyo akan meminta fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk kepastian batas garasi tersebut.

"Nanti minta fatwa ke MA dan Mahkamah Konstitusi (MK) agar ada kepastian hukum," kata Prasetyo di Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Pada tahun lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan jangka waktu pengajuan grasi dapat dilakukan lebih dari satu tahun sejak putusan memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht. Hal ini terdapat pada putusan uji materi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2010 tentang Grasi (UU Grasi). UU tersebut sebelumnya menyebutkan batasan waktu pengajuan grasi selama satu tahun.

Batas waktu grasi yang kini tidak ada kepastian dinilai oleh Jaksa Agung menjadi penghambat pelaksanaan eksekusi mati.

"Harus gantung terus (permohonan grasi), sedangkan terpidana memainkannya dengan mengulur waktu pengajuan grasi," ucapnya.

Untuk itu Prasetyo akan meminta fatwa kepada MA soal kepastian batas grasi. "Kan satu tahun dihapuskan," pungkasnya. 

(wem)