Ully: Selamatkan Situs Sumur Tujuh Tanpa Leluhur Kita Tidak Ada

Ully: Selamatkan Situs Sumur Tujuh Tanpa Leluhur Kita Tidak Ada
 (Dok. Kabar7)
 05 Januari 2019 04:34:58 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Aktivis Lingkungan Hidup Indonesia, Ully Sigar Rosady mengatakan terkait ramainya Situs Sumur Tujuh di Kota Bogor, Jawa Barat, pihaknya meminta untuk diselamatkan situs tersebut, karena tanpa adanya leluhur atau pendahulu yang meninggalkan sejarah mungkin saat ini tidak ada lagi kehidupan.

"Bagaimanapun sebuah sejarah atau cagar budaya harus kita selamatkan karena tanpa leluhur-leluhur terdahulu kita tidak akan ada, jadi kewajiban kita untuk menyelamatkan ini," kata Ully kepada wartawan di Bogor, Jumat (4/1/2019).

Dia menjelaskan, bahwa dirinya walaupun jarak jauh dari Jakarta bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi terpanggil ikut menyelamatkan situs tersebut. Sebab, kalau tidak mengutarakan rasanya bersalah yang dalam karena mempunyai dosa jika tidak bergerak.

"Ini adalah kebangkitan yang luar biasa dan menjadikan contoh bagi setiap warga negara Indonesia bagaimana cara budayawan Kota Bogor menyelamatkan cakar budaya ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, yayasan raja-raja nusantara (Raya Sutra) yang dipimpin oleh Sultan Palembang dan kebetulan membentuk lembaga yang bernama Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara kebetulan karena dirinya dipercaya atau dianggap untuk memperjuangkan makam dan situs leluhur.

"Leluhur kami di sundalarang ditenggelamkan dan bunda membuat strategi dan lahirlah sebuah gerakan yang dinamakan Trisula (Trilogi Sumedang Larang) yang terdiri dari penyelamatan budaya dan lingkungan hidup saat itu," jelasnya.

Pada akhirnya, lanjut dia, karena keberhasilan itu dirinya diangkat sebagai Ketua Presidium Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara Padjajaran, Provinsi Jawa Barat.

"Segala sesuatu yang bersifat ada kaitan dengan Padjajaran wajib hukumnya bunda turut mendukung dengan kemampuan yang ada," ucapnya.

(Deva)