Tolak Jadi Menteri, Ikut Pilkada DKI, Risma Kini Tolak Pilgub Jatim

Tolak Jadi Menteri, Ikut Pilkada DKI, Risma Kini Tolak Pilgub Jatim
 (*)
 13 September 2017 21:49:11 wib
Share :

Kabar7, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertemu pimimpin redaksi media cetak dan elektronik di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (13/9/2017).

Dihadapan pimpinan media tersebut Risma menegaskan dirinya tidak akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang. Diketahui, Risma memang diwacanakan maju dalam ajang perebutan kepala daerah di Jawa Timur (Jatim).

"Menjadi pemimpin itu berat tanggung jawabnya, meskipun menurut orang lain mampu untuk mengemban tugas itu. Saya bisa bangun kota ini jadi bagus, tapi masyarakatnya menangis dan menderita," kata Risma.

Niatnya untuk tidak melenggang dalam Pilkada Jatim telah disampaikan Risma jauh hari kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati. Bukan hanya menolak maju di Pilkada 2018. Risma juga mengaku pernah menolak tawaran untuk dijadikan menteri dalam Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Jokowi saat itu belum dilantik, saya ditawari menjadi menteri," ujarnya.

Tolakan menjadi pembantu presiden itu juga telah disampaikan langsung kepada Megawati. Ia menghadap Ketum PDIP lalu meminta untuk tidak dimasukan kedalam susunan kabinet Jokowi-Jk.

Tak hanya itu, Wali Kota Surabaya ini juga menolak untuk diikut sertakan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 kemarin. 

"Memang kata pak Hasto (Sekjen PDIP) saya telah diminta dan jika saya berkenan," ujarnya. 

Kembali kewacana pencalonan Risma dalam Pilkada Jatim. Risma menyebutkan ketika dirinya menolak untuk maju kepada Megawati, penolakan itupun diterima.

"Bu Mega sudah setuju bukan saya," ujarnya seperti dikutip dari Antaranews.

Ia mengatajan yang dapat mengukur kemampuan seorang pemimpin adalah masyarakat. Lebih lanjut dia menerangkan, jabatan itu tidak boleh diminta. Dirinya juga tak mau menjadi pemimpin yang sombong.

"Sombong banget jika seperti itu. Dikasih cobaan tsunami bisa habis kalau gitu," pungkasnya.

(**)