TNI dan Polri Harus Netral Saat Pilkada

TNI dan Polri Harus Netral Saat Pilkada
 Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (dok. Puspen TNI)
 20 November 2017 14:28:22 wib
Share :

Kabar7, Ambon - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan kepada anggota TNI dan Polri di Tapal Kuda Ambon, Senin (20/11/2017). Pengarahan itu di antaranya terkait pelaksaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak pada 2018.

Dikatakan olehnya, dalam pilkada nanti, TNI dan Polri harus bersikap netral. Gatot tak ingin TNI dan Polri menjadi alat untuk berpolitik.

"Saya ingatkan tahun depan adalah tahun politik, saya minta TNI maupun Polri jangan mau ditarik-tarik ke politik. Saya minta netral dan menjaga kondisi agar aman," kata Gatot.

Ia juga meminta agar TNI dan Polri mewaspadai pontesi gesekan atau konflik saat pilkada berlangsung. Kedua institusi ini diharapkan menjadi penengah ketika konflik terjadi.

"Syaratnya TNI maupun polisi netral jika sudah masuk pendaftaran calon. Karena TNI Polri adalah tonggak kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya, dilansir Tribunnews.

Tidak hanya itu, mantan KSAD ini juga meminta agar TNI dan Polri mampu mempetakan mana wilayah yang terindikasi terjadinya konflik. Gatot akan menugaskan Pangdam dan jajarannya untuk mempetakan daerah-daerah mana saja yang masuk wilayah konflik terutama saat pelaksanaan pilkada mendatang.

"Sejak awal harus tahu siapa saja tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Sehingga, jika terjadi konflik bisa tahu penyebabnya dan biasa menetralisir melalui para tokoh masyarakat tersebut," pungkasnya.

(**)