Tim Gabungan KPK-Polri Tak Tepat Untuk Kasus Novel

Tim Gabungan KPK-Polri Tak Tepat Untuk Kasus Novel
 Novel Baswedan (istimewa)
 16 Agustus 2017 12:02:57 wib
Share :

Kabar7, Singapur - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai tak tepat jika KPK-Polri membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus teror terhadap dirinya.

"Kalau ada yang mengatakan ingin membentuk tim gabungan KPK-Polri saya kira itu tidak tepat karena itu dibicarakan setelah perkara atau setelah peristiwa ini terjadi lebih dari 3 bulan, seandainya KPK ikut dalam tim itu, KPK-nya bisa berbuat apa?" ungkap Novel.

Tim gabungan antara KPK-Polri tak tepat karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KPK tidak selaras bila terlibat mengusut kasus ini.

"Saya ingat ketika awal terjadinya peristiwa, KPK menawarkan diri untuk membantu, dan kemudian disampaikan bahwa itu tidak sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) KPK, saya setuju dengan itu, saya bisa memahami. Tapi ketika sekarang baru dibilang seperti itu, saya kira waktunya sudah tidak tepat lagi," kata Novel.

Ia sendiri justru mengusulkan untuk dibentuk tim pencari fakta (TPF) yang isinya tidak melibatkan unsur kepolisian, tapi dari kalangan akademisi serta ahli-ahli profesional.

"Tentunya bagi polri ini akan menguntungkan, akan ada suatu fakta objektif yang oleh Kapolri bisa dilihat apakah benar indikasi-indikasi yang selama ini beredar bahwa staf-staf di bawahnya tidak serius atau ada masalah dalam penanganan perkara ini, saya kira itu baik bila dilihat secara profesional itu bisa dijadikan bahan pembanding. Kita berharap ke depan Polri bisa jadi lebih baik, bisa menjadi bahan instrospeksi saya pikir itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Novel telah menjadi korban penyiraman air keras pada 11 April 2017. Ia disiram dekat rumahnya usai menunaikan sholat subuh di masjid Al-Ihsan.

Akibat peristiwa itu, mata Novel mengalami luka serius hingga dia harus menjalani pengobatan matanya di di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Penyidik senior KPK ini juga telah dimintai keterangan sebagai saksi korban oleh penyidik Polda Metro Jaya di KBRI Singapura.

Hingga saat ini, kasus yang menimpah Novel masih belum tuntas diusut polisi. Banyak saksi telah diperiksa dan polisi juga sempat menahan sejumlah orang yang diduga terlibat namun dilepaskan kembali.

(sumber: Antaranews)