Tiga Mantan Komisaris Pertamina Diperiksa Kejagung

Tiga Mantan Komisaris Pertamina Diperiksa Kejagung
 dok. kb7
 05 Oktober 2017 14:42:55 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Tim penyidik Kejaksaan Agaung (Kejagung) telah melakukan pemeriksaan terjadap tiga saksi dalam kasus korupsi penyalahgunaan investasi pada PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009.

Mereka ialah Humaya Bosha, Gita Irawan Wirjawan dan Umar Said. Ketiga saksi ini merupakan Komisaris PT. Pertamina periode tahun 2009, dan telah diperiksa pada Rabu (4/10/2017).

"(Semuanya) menerangkan mengenai proses persetujuan yang diberikan oleh Komisaris kepada Direksi PT. Pertamina (Persero) terkait dengan investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Sementara tim penyidik dalam mengungkapkan kasus dugaan korupsi ini telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 48 orang. Tapi hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini bermula ketika PT. Pertamina (Persero) pada tahun 2009, melalui anak perusahaannya PT.NamunnjianiNamunnjiani (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10 % terhadap ROC Oil Ltd.

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar Rp. AUS $ 66,2 juta atau senilai Rp. 568 Miliar dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari.

Namun, ternyata Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada tanggal 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

(hd)