Tambah Perempuan jadi Menteri, Jokowi: Ya Bisa Saja

Tambah Perempuan jadi Menteri, Jokowi: Ya Bisa Saja
 Presiden Joko Widodo (istimewa)
 22 Desember 2017 15:45:25 wib
Share :

Kabar7, Raja Ampat - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember, di pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/12/2017). 

Pada kesempatan itu, Jokowi mengajak menteri-menteri perempuannya untuk membacakan puisi bersama. Jokowi juga menyatakan ada kemungkinan menambah porsi perempuan dalam jajaran menteri di Kabinet Kerja.

"Ya bisa saja (dipertahankan). Mungkin malah ditambah," kata Jokowi, disambut dengan sorak oleh orang-orang di lokasi.

Untuk diketahui, lokasi acara tersebut ialah objek wisata terkemuka di Pulau Papua, pulau tempat asal Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Presiden Jokowi kemudian ditanya kembali apakah menteri dari Papua akan ditambah. Tapi Kepala Negara enggan membahas lebih lanjut soal hal tersebut.

"Nantilah, nanti, nanti. Ini kita dalam rangka Hari Ibu. Jadi semangatnya harus ke sana," jawab Jokowi.

Dalam Kabinet Kerja, ada sembilan perempuan yang mengisi jajaran menteri. Di antaranya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jokowi mengatakan dalam sambutannya di Hari Ibu, kalau jumlah sembilan perempuan yang menjadi menteri di Kabiner Kerja adalah jumlah yang istimewa. Katanya, jarang-jarang ada negara seperti ini.

"Di kabinet kerja ada sembilan menteri perempuan. Indonesia adalah salah satu di dunia dengan jumlah menteri terbanyak di pemerintahan," kata Jokowi.

Bahkan Indonesia pernah dipimpin oleh presiden perempuan, yakni Megawati Soekarnoputri. Dia membandingkan dengan Amerika Serikat.

"Di Amerika belum pernah ada presiden perempuan. Di Indonesia, kita punya Presiden perempuan, yakni Hajjah Megawati Soekarnoputri," ujar Jokowi, dikutip dari Detik.

(**)