Susi: Kita Harus Jadi Negara Berdaulat

Susi: Kita Harus Jadi Negara Berdaulat
 Menteri Kelautan dan Prikanan Susi Pudjiastuti (istimewa)
 18 Agustus 2017 16:47:21 wib
Share :

Kabar7, Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan mnerapkan kebijakan menenggelamkan kapal pencuri ikan (illegal fishing) di laut Indonesia.

Kata Menteri Kelautan dan Prikanan Susi Pudjiastuti, hal itu merupakan upaya menjadikan bangsa dan negara Indonesia berdaulat atas laut nusantara.

"Kita harus jadi negara berdaulat. Kita memastikan laut masa depan bangsa, maka dipegang kemerdekaannya. Kekuasaannya di tangan kita," ujarnya saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/8/2017) dikutip dari Antaranews.

Diterangkan Susi, jika Indonesia tidak memiliki kedaulatan atas lautnya, maka para mafia akan masuk dengan mudah dan mengacaukan situasi kelautan Indonesia.

"Tanpa kedaulatan, kita tidak bisa melakukan apapun sesuai dengan kemauan. Nanti akan ditekan oleh seseorang," katanya.

Susi menjelaskan, kebijakan menenggelamkan kapal pencuri ikan ini telah disosialisasikan kepada negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Philipina, Malaysia dan Australia.

Duta besar dari negara-negara tersebut di undang oleh Susi pada tahun 2014 lalu. Dalam kesempatan itu Susi memberitahu bila ada nelayan-nelayan asing mencuri ikan di laut Indonesia, maka pemerintah Indonesia akan bertindak tegas dengan menenggelamkannya. Kebijakan ini berlaku untuk nelaya dari negara manapun termasuk negara tetangga yang diundang.

"Kita akan mulai memoratorium dan melarang transhipment, dan kalau tertangkap kalau illegal akan saya tenggelamkan," ujarnya.

Kebijakan menenggelamkan kapal, papar Susi, nyatanya telah membawa dampak positif bagi biota laut Indonesia. Sebelum Susi menjadi menteri, stok ikan di perairan Indonesia hanya berjumlah 6,5 juta ton, namun kini pada 2017 terjadi peningkatan hingga 12,5 juta ton.

Selain itu, kebijakan yang dikeluarkan ini bukan hanya untuk menghukum pencuri ikan. Tapi hal ini juga bertujuan untuk menyelamatkan nelayan hingga pengusaha ikan lokal.

"Pertama kali dalam sejarah neraca perdagangan ikan, kita nomor satu di Asia Tenggara. Jadi, ketahuan Vietnam dan Thailand itu dari mana asal ikannya," pungkasnya.

(**)