Sukarelawan Lalin DKI Mau Digaji UMP

Sukarelawan Lalin DKI Mau Digaji UMP
 (istimewa)
 25 Agustus 2017 16:07:54 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya telah meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) digaji.

Dikatakan Kepala Dishub DKI Sigit Wijatmoko, jika Pemprov menyetujui permintaan tersebut, maka supeltas akan mendapat gaji sesuai upah minimum regional DKI serta mendapat BPJS.

"Kalau misal bicara gaji terus bicara APBD, kan UMR. Jadi ya Rp 3,3 juta. Itu nanti kalau yang lain-lain nggak ada. Jadi hanya gaji plus BPJS," kata Sigit saat dimintai konfirmasi, Jumat (25/8/2017).

Namun diterang Sigit, sampai saat ini Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat masih belum memberikan sinyal terkait wacana tersebut.

"Beliau (Dirlantas) baru mengajukan proposal kepada gubernur. Kalau (gaji) dari APBD, akan dibahas bersama DPRD. Anggaran itu kan eksekutif dan legislatif juga beliau menyiapkan instrumen seperti pola rekrutmen, sistem penilaian, penggajian, dan sebagainya," tutur Sigit.

Ia menyampaikan, ada dua alternatif dalam pemberian insentif, pertama digaji dari APBD, kedua dari CSR DKI. Perlunya relawan untuk membantu pengaturan lalu linta, dikatakan Sigit, karena pihak kepolisian, Satpol PP, serta Dishub, masih dinilai belum memadai. Untuk itu, adanya supeltas ini diharapakn dapat mengisi kekurangan personil.

"Pada kenyataannya, jumlah personel yang ada juga masih relatif terbatas. Dan yang lebih utama, bagaimana menumbuhkan satu gerakan moral yang sehingga nanti ada efek deterrent. Karena konsepnya supeltas ditempatkan di sekitar tempat tinggal masing-masing," katanya.

Supletas ini nanti akan dtempatkan pada lokasi-lokasi rawan macet. Perlunya supeltas ini agar tak ada lagi oknum nakal yang sering mengambil uang receh dari masyarakat.

"Contohnya Pak Dirlantas mengamati situasi di Pancoran. Jalan perumahannya jadi macet karena jadi jalur alternatif. Daripada diterpa oknum masyarakat yang memungut uang dari warga dan jadi problem sosial yang baru, makanya digagas supeltas. Tapi kita masih terus bahas," tuturnya dikutip dari Detik.

(**)