STEAK POPEYE 32 LEGEND MUSIK CAFE

STEAK POPEYE 32 LEGEND MUSIK CAFE
 
 01 September 2016 02:56:37 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Coba tampil beda "Popeye 32 Legend Musik Cafe", salah satu restoran keluarga yang menawarkan tampilan konsep lebih menonjolkan suasana musik oldies dan rock and roll di era tahun 80-an.

"Popeye 32 Legend Musik Cafe" yang baru saja launching pada Jumat lalu (26/8) di Jalan Raya Bogor Nirwana, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat menawarkan menu makanan andalan keluarga salah satunya "steak sapi".

Sebagai owner, Hastoto Wirawan ditemui di Bogor, Rabu (31/8/2016) menceritakan awal mula ide yang membuat dirinya memberi nama "Popeye 32 Legend Musik Cafe".

"Kenapa saya berinama 'Popeye 32', popeye adalah dulu saya berkarir di kapal pesiar tepatnya sebagai pelaut. 32 angkatan saya di masa saya kuliah kelautan dulu," tuturnya.

Dia menjelaskan tentang kombinasi suasana musik, bahwa itu adalah salah satu kegemarannya sejak kecil bermain musik, sampai ia memiliki band di masanya.

Untuk menu yang ditawarkan yaitu dengan andalan saat ini, makan daging sapi pilihan. Diimport langsung dari negara Australia, pihaknya mengkombinasikan dengan menu dan resep turun menurun dari keluarganya.

Dan asal tau, kata dia, dulu dirinya juga pernah berjualan "steak" ini dijajakan di kaki lima.

"Jangan takut mencoba untuk datang dan rasakan menu yang kami tawarkan kepada pecinta kuliner, walaupun dibilang sebagai makanan yang berkelas tapi kami tawarkan dengan harga yang sangat relatif murah meriah dari kisaran Rp35 ribuan saja," kata dia.

Pihaknya mencoba memanjakan pelanggan dengan berbagai suguhan live musik dari oldies hingga musik top 10 sekarang. Free wi-fi juga, khususnya untuk anak band atau penikmat musik yang mau tampil.

"Kami 'wellcome' silakan saja siapa yang mau main di sini, dan kami berikan kelulusan dengan kami fasilitasi juga alat musik full. Jadi tinggal main saja di panggung kami ini, yang lumayan cukup besar juga dengan ukuran 4x6 di dalam resto kami ini," ucapnya.

"“Asal no alkohol dan narkoba, karna di sini tempatnya menyalurkan kreativitas dengan suasana diner tak ubahnya," demikian Hastoto Wirawan.(devi/nicko)