Sri Hartini Divonis 11 Tahun Karena Terbukti Korup

Sri Hartini Divonis 11 Tahun Karena Terbukti Korup
 (*)
 20 September 2017 15:27:32 wib
Share :

Kabar7, Semarang - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan hukuman 11 tahun dan denda Rp 900 juta atau setara 10 bulan penjara terhadap terdakwa kasus suap dan gratifikasi yakni Bupati Klaten non aktif Sri Hartini.

Untuk diketahui, Sri sebelumnya didakwa mendapat uang suap dan gratifikasi sebesar Rp 12,887 miliar yang terdiri dari beragam kasus. Mulai jual-beli jabatan, pemotongan bantuan dana desa, mutasi dan promosi kepala sekolah SMP serta SMA, mutasi PNS di Setda Pembak Klaten, hingga pengisian jabatan di PDAM, rumah sakit, dan intansi terkait.

"Terdakwa secara sadar melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," ujar ketua majelis hakim Antonius Wijantono, membacakan amar putusannya dalam persidangan, Rabu (20/9/2017).

Yang bersangkutan terbukti melanggar ketentuan pasal 12 huruf A  mengenai suap dan pasal gratifikasi sebagaimana pasal 12B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Perbuatan itu juga dilakukan secara berkelanjutan seperti disebutkan dalam pasal 64 KUHP.

Hartini disebut majelis hakim terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam empat kasus yang menjeratnya. Tindakan ini dinilai tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi.

"Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum, sopan di persidangan," ujar Antonius.

Vonis yang diterima Hartini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta agar terdakwa dihukum 12 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Meski secara umum materi tuntutan diterima majelis hakim. Hartini tidak mengambil sikap atas putusan majelis hakim tersebut. Sedangkan JPU dari KPK akan memikirkannya terlebih dahulu.

"Kami masih pikir-pikir ya," kata jaksa KPK Afni Carolina, seusai sidang, dikutip dari Kompas.

(**)