Spanyol Akan Tempuh Jalur Apapun Untuk Cegah Catalan Merdeka

Spanyol Akan Tempuh Jalur Apapun Untuk Cegah Catalan Merdeka
 (istimewa)
 08 September 2017 13:44:31 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menyusul diloloskannya UU referendum kemerdekaan oleh dewan perwakilan rakyat daerah Catalonia, rencana pemisahan Catalan dari Spanyol makin santer terdengar.

Referendum kemerdekaan Catalan tersebut rencanakan diselenggarakan pada 1 Oktober nanti. Namun Pemerintah Spanyol bertekad untuk mencegah aksi itu.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy bahkan menyebut langkah Catalan ini sebagai aksi pembangkangan yang tidak boleh dibiarkan. Ia pun bersumpah akan menempuh segala cara untuk mencegah referendum ini.

"Referendum ini, tak masalah sekeras apa pun mereka berusaha menerapkannya dengan cara yang tergesa-gesa, amatir dan ilegal, tidak akan terjadi," kata Rajoy, dikutip dari Antaranews, Jumat (8/9/2017).

Rajoy juga akan mengintruksikan 947 wali kota di Catalonia untuk menyurutkan atau melumpuhkan usaha daerah kaya raya tersebut menggelar referendum kemerdekaan yang dinilainya ilegal.

Di lain pihak, para pemimpin Catalan sudah bertedak untuk jalan terus menuju kemerdekaan Catalonia. Bahkan mereka tak menghiarukan mahkamah konstitusi Spanyol yang menyatakan referendum Cataloni inkonstitusional, karena legitimasinya sudah tak diakui lagi.

Untuk diketahui, Cataloni menjadi daerah yang memiliki peran dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan di Spanyol. Daerah ini berpenduduk 7,5 juta orang dan memiliki bahasa serta budaya sendiri. Daerah itu juga mengusasi setu per lima kekuatan ekonomi Spanyol.

Rencana pemisahan diri dari Spanyol di antaranya karena Catalan kerap diabaikan oleh pemerintah pusat. Padahal daerah tersebut merasa telah memberikan banyak kontribusi kepada Spanyol.

Pada 2010, Catalan menuntut kemerdekaan atas daerahnya. Tapi mahkamah konstitusi membatalkan tuntutan karena dianggap menyalahi traktat otonomi 2006 di mana Catalonia dianggap sebuah bangsa.

Sentiman kemerdekaan ini kemudian mulai bangkit kembali setelah mayoritas parleman diisi oleh prokemerdekaan Catalan. Mereka berhasil menjadi dewan rakyat dengan total 135 kursi lewat Pemilu September 2015. Setelah itu pemerintah daerah kaya raya tersebut bersumpah untuk memulai proses pemisahan diri dari Spanyol.

(**)