Soliditas TNI-Polri Ciptakan Stabilitas Politik dan Keamanan

Soliditas TNI-Polri Ciptakan Stabilitas Politik dan Keamanan
 (dok. Puspen TNI)
 20 November 2017 16:19:28 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus memegang terus disiplin dan loyalitas agar TNI dan Polri selalu solid, karena soliditas TNI dan Polri dapat menciptakan stabilitas politik dan keamanan serta bisa membuat pembangunan lancar.

Hal tesebut dikatakan Panglima TNI saat memberikan pengarahan kepada 2.600 personel TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara se-wilayah Maluku di Indoor Tapal Kuda, Air Salobar, Kecamatan Nusa Niwe Ambon, Provinsi Maluku, Senin (20/11/2017).

Panglima TNI menyampaikan, tahun 2018 adalah tahun politik, maka dari itu TNI-Polri jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Selama ini, keharmonisan hubungan TNI-Polri menjadi tolok ukur dan harus tetap dijaga," ujarnya melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta.

Dalam menghadapi tahun politik tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa potensi konflik gesekan di masyarakat sangat tinggi, masyarakat berharap kepada TNI-Polri harus bisa menjadi penengah.

Untuk itu, lanjutnya, dalam menghadapi pemililihan kepala daerah {pilkada} serentak tahun 2018, TNI-Polri harus netral. Pembangunan bangsa ini ditentukan oleh stabilitas keamanan dan politik.

"Dan yang bisa membangun keamanan dan stabilitas politik adalah kebersamaan antara TNI-Polri. TNI dan Polri merupakan dua tiang kokoh yang menyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali bahwa pada saat Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan di Akademi Kepolisian, Semarang, beliau mengatakan bahwa TNI dan Polri politiknya adalah politik negara.

"Apa yang dilakukan TNI dan Polri tujuannya adalah untuk tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus taat kepada hukum dan sikapnya harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan segala-galanya serta taat kepada atasan," jelasnya.

Sementara itu dihadapan awak media, Panglima TNI menyampaikan bahwa selama ini kebersamaan antara TNI dan Polri begitu indah serta soliditas TNI dan Polri itu merupakan dua tonggak yang kuat menjaga keutuhan NKRI.

"Soliditas TNI dan Polri mewujudkan stabilitas keamanan dan stabilitas politik, maka pembangunan dan investasi akan berjalan serta pertumbuhan ekonomi akan meningkat," ujarnya.

Dalam mengantisipasi kemungkinan akan adanya konflik yang terjadi saat Pilkada serentak 2018, Panglima TNI sudah memerintahkan para pangdam dan para danrem untuk melakukan pemetaan daerah-daerah yang kemungkinan akan terjadi konflik.

"Sejak awal harus dinetralisir dan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat serta kepolisian setempat," ucapnya.

 

(andreas)