Seorang Koruptor Bukanlah Pancasilais

Seorang Koruptor Bukanlah Pancasilais
 Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (istimewa)
 02 Oktober 2017 12:44:20 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan, menilai seseorang yang melakukan korupsi bukanlah pancasilais.

"Kami tahu kemanusiaan yang adil dan beradab itu kalau sudah ada sekelompok, seorang tertentu korupsi, pasti tidak akan menimbulkan keadilan dan semua rakyat. Kita jadi miskin, jadi tidak bisa sekolah, jadi kesehatannya juga harus bayar," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan usai mengikuti upacara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017).

Basaria mengatakan, menurut penelitian, seluruh rakyat Indonesia seharusnya dapat menikmati biaya kesehatan dan pendidikan gratis.

Kemudian merujuk kepada sila pertama, Basaria menuturkan tidak ada agama yang membenarkan perbuatan korupsi. Tindakan rasuah ini juga bertentangan dengan sila ketiga dan keempat.

"Ini bisa juga mengakibatkan keributan satu sama lain dan menimbulkan perpecahan. Korupsi itu real sangat-sangat berbahaya," tuturnya, dikutip dari Detik.

Terakhir, korupsi tidak bisa mencapai nilai keadilan sosial. Seorang koruptor berarti dia tidak Pancasilais.

"Jadi semua (sila) sebenarnya (antikorupsi), orang yang melakukan korupsi, berarti dia tidak Pancasilais. Sebenarnya kalau kita benar-benar memahami Pancasila itu, jadi Pancasila itu kalau benar-benar diterapkan dalam kehidupan kita, tidak akan melakukan korupsi," tegasnya.

(**)