Senjata SAGL Yang Dibeli Polri Akan Bagikan ke seluruh Dansatbrimob

Senjata SAGL Yang Dibeli Polri Akan Bagikan ke seluruh Dansatbrimob
 (*)
 01 Oktober 2017 03:41:26 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kepala Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail menyampaikan pihak Polri telah membeli senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dari Bulgaria.

Impor senjata ini bukanlah yang pertama kali. Tapi pembelian senjata dari luar negeri yang kini diborong sebanyak 280 buah ini, sudah yang ketiga kalinya dilakukan pihak kepolisian.

"Ini bukan impor pertama, tapi sudah yang ketiga kali. Yang pertama 2015, dan kedua tahun 2016," kata Irjen Murad dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam (30/9/2017).

Jumpa pers tersebut dilakukan guna menerangkan kabar terkait penahanan senjata Polri itu di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) oleh BAIS TNI. Senjata SAGL ini didatangkan ke Indonesia menggunakan maskapai asal Ukuraina dan tiba di Bandara Soetta, Jumat malam (29/9/2017).

Murad menjelaskan, nantinya senjata impor asal Bulgaria ini akan dibagikan ke Dansatbrimob di seluruh wilayah Indonesia. Minimal, masing-masing Dansatbrimob mendapat jatah satu senjata.

"Sebenarnya sih tidak banyak karena kita ada 33 Dansatbrimob dan semuanya minimal hanya satu," ungkapnya dikutip dari Tribunnews.

Diterangkan Murad, senjata SAGL ini bukan termasuk senjata berbahaya dan mematikan. Melainkan SAGL termasuk senjata laras pendek yang hanya menghasilkan efek kejut.

Senjata jenis SAGL ini sudah pernah digunakan di daerah konflik seperti Poso dan Papua. Untuk diketahui, senjata yang diimpor oleh PT Mustika Duta Mas Senjata melalui mekanisme lelang sesuai dengan kententuan pengadaan barang dan jasa tersebut, tak pernah digunakan di Jakarta.

Apabila senjata SAGL yang telah didistribusikan ke Dansatbrimob tidak terpakai, maka senjata tersebut dapat difungsikan sebagai alat latihan para anggota.

"Kalau enggak dipakai di daerah, ini minimal untuk pengenalan kepada anggota kita. Barang ini terbaru, masuk biasanya kita panggil komandan daerah. Kita latihan di Cikeas," pungkasnya.

Ia menyampaikan SAGL ini merupakan senajata yang dapat menembakan berbagai jenis peluru di antaranya yakni peluru karer, peluru hampa dan peluru tabur. Sejanta impor ini juga bisa menembakan peluru gas air mata dan peluru asap yang kerap digunakan saat huruhara terjadi.

(**)