Senjata Impor Milik Polri Pernah Digunakan di Poso dan Papua

Senjata Impor Milik Polri Pernah Digunakan di Poso dan Papua
 (*)
 01 Oktober 2017 02:54:50 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Pihak kepolisian membeli senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dari Bulgaria. Sentaja tersebut dikirim dengan maskapai asal Ukuraina da telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Jumat malam (29/9/2017).

Usut punya usut, ternyata senjata SAGL ini pernah digunakan polisi di daerah konflik seperti di Poso dan Papua. Hanya saja SAGL belum pernah digunakan di DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Korps (Kakor) Brimob Irjen Pol Murad Ismail dalam jumpa pers di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Sabtu malam (30/9/2017).

"Kalau selama ini digunakan anti huru hara yang (gunakan peluru) gas air mata dan asap. Sampai hari ini senjata ini pakai ke Poso dan Papua. Di Jakarta belum kita gunakan," ujar Irjen Murad.

Kakor Brimob ini menerangkan senjata SAGL bukanlah jenis senjata berbahaya dan mematikan. SAGL ini termasuk senjata laras kecil yang kerap digunakan ketika terjadi huruhara.

 

Lebih lanjut dijelaskan Murad, meski bentuknya seram, senjata yang diimpor Polri sebanyak 280 ini hanya menghasilkan efek kejut. Senjata tersebut juga dapat digunakan untuk menembakan berbagai peluru.

"Kalau selama ini digunakan apabila terjadi huruhara kita pakai (peluru) gas air mata dan (peluru) asap," ucapnya.

Untuk diketahui, konfrensi pers soal senjata SAGL dilakukan pihak kepolisian guna menerangkan informasi terkait kabar penahana senjata impor tersebut di Bandara Soetta yang dilakukan BAIS TNI.

(**)