Seminar Nasional Ketahanan Pangan Akibat Pemanasan Global

Seminar Nasional Ketahanan Pangan Akibat Pemanasan Global
 (*)
 11 Desember 2017 10:50:50 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Akibat pemasanan global, sektor pertanian yang paling terkoreksi dampaknya. Padahal, sektor pertanian tak lepas dari persoalan ekologi, ekonomi dan sosial budaya.

Menyikapi hal itu, Mahasiswa penerima program Beasiswa Indofood Sukses Makmur (BISMA) yang tergabung dalam Paguyuban BISMA Nusantara menggelar Seminar Nasional bertajuk "Strategi Ketahanan Pangan Nasional dalam Menghadapi Perubahan Iklim" di International Convention Center Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis lalu (7/12/2017).

Seminar yang dibuka Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc ini dikemas Paguyuban Bisma ini yang anggotanya berasal dari 29 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia serta hasil kerjasama Indofood dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE).

Program ini terintegrasi dengan serangkaian pelatihan yang melingkupi kepemimpinan, cinta Tanah Air dan semangat juang dalam rangka mewujudkan generasi muda yang mandiri.

"Berdasarkan laporan BPS, proyeksi penduduk Indonesia meningkat 6,6 persen pada 5 tahun belakangan ini. Kondisi ini membutuhkan ketersediaan pangan yang berkelanjutan agar tidak menjadi instabilitas pangan nasional. Sebagai generasi muda, melalui seminar diharapkan tumbuh kesadaran menyikapi perubahan iklim yang dihadapi serta tumbuh ide-ide kreatif dan peran serta kaum muda mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Ketua Seminar Nasional, Ilman Na’afian Wirawan.

Secara terpisah di tempat yang sama, Head of Corporate Communicatioan Indofood Stefanus Indrayana mengungkapkan, untuk mengatasi permasalahan pangan perlu keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda.

Program CSR Indofood melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN) ini mendukung upaya ketahanan pangan serta memberikan bantuan dana penelitian bagi para mahasiswa di bidang pangan.

"Ini adalah salah satu langkah generasi muda BISMA yang mandiri, leadership, cinta Tanah Air dan peduli sesama," jelas Stefanus.

(K7-1)