SANDIAGA JADI MOTIVATOR PENGUSAHA MUDA di PONPES

SANDIAGA JADI MOTIVATOR PENGUSAHA MUDA di PONPES
 Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno (istimewa)
 02 Januari 2017 01:15:58 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno di saat libur kampanye menyempatkan diri menjadi motivator bagi para pengusaha muda di Pondok Pesantren Tahfizh Al Quran Al Utsmani di Jalan Munggang, Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur pada Minggu (1/1/2016).

"Ini bentuk motivasi yang disampaikan untuk memberikan gambaran tentang kiat sukses perjalanan usahanya," kata Sandiaga.

Pemilik perusahan Saratoga ini menceritakan perjalanan usahanya dimulai pasca dirinya mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ketika krisis moneter melanda dunia, termasuk Asia Tenggara pada tahun 1997 silam.

Tanpa tabungan dan hutang yang menumpuk, dirinya bersama sang istri, Nur Asia dan anak sulungnya, Anneesha Atheera Uno yang baru berusia beberapa bulan akhirnya pulang ke Jakarta.

Meninggalkan jabatan profesionalnya sebagai Executive Vice President salah satu perusahaan investasi milik Astra Group di Singapura, hal tersebut sangat mengejutkan dirinya maupun keluarga besarnya. Terlebih ketika itu dirinya belum membekali diri untuk membangun usaha.

"Sampai di Jakarta, saya coba ngelamar di beberapa perusahaan, tapi nggak ada jawaban. Saya waktu itu masih berpikir kalau bekerja hanya di bidang profesional, padahal dari sepuluh lamaran yang saya kirim, mungkin ada 15 jawaban penolakan yang saya terima, itu karena saking sulitnya ekonomi waktu itu," kata Sandiaga.

Musibah yang dialaminya justru menjadi titik balik dirinya. Bersama sang sahabat, Rosan Perkasa Roeslani yang kini menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sandiaga membangun sebuah perusahaan konsultasi keuangan.

"Saya nggak pernah disiapkan dan siap menjadi pengusaha, tetapi di mana ada peluang, di sana akan ada jalan. Dalam menjalani usaha ada empat As (pedoman) yang saya pegang, yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan terakhir adalah Kerja Ikhlas," jelasnya.

Kerja Keras, katanya, bekerja dengan semangat dan optimis, sedangkan Kerja Cerdas berarti memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kesempatan.

Hal itu seperti pada kemajuan teknologi informasi saat ini, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat dengan mudah memanfaatkan e-commerce untuk meningkatkan bisnisnya, karena selain murah, internet dapat menjangkau seluruh lapisan.

"Kalau dua As itu sudah dilakukan, As selanjutnya adalah Kerja Tuntas, yaitu fokus pada visi dan bisnis plan yang sudah direncanakan, jangan tergoda dengan hal baru yang ramai dibicarakan. Selanjutnya, kalau sudah begitu kita berbicara soal Kerja Ikhlas, ikhlas pada jalan usaha, tetap optimis dan selalu berpikiran baik," kata Sandiaga.

Walau sudah meninggalkan usaha, dirinya mengaku masih menerapkan empat As dalam kehidupannya berpolitik. Hal itu dibuktikannya lewat keputusannya untuk berpasangan dengan Anies Rasyid Baswedan hingga setiap blusukannya ke pelosok ibu kota.

"Saya selalu mengamalkan empat As sampai sekarang, tidak ada yang berkurang. Misal, seperti pemilihan pasangan Pilkada, saya ikhlas memilih pak Anies yang diketahui merupakan lawan politik waktu Pilpres 2014, beliau Jubir pak Jokowi, sementara saya Jubir pak Prabowo. Waktu itu usulan saya sempat ditolak oleh pak Prabowo, saya ditanya, kenapa saya pilih beliau (Anies)? saya bilang kalau hal yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah lapangan kerja dan pendidikan," kata Sandiaga.

Kepada Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto, Sandiaga mengatakan hanya bisa menekan angka pengangguran dan stabilitas sembako, tapi tidak bisa untuk masalah pendidikan.

"Sementara pak Anies itu adalah tokoh pendidikan dunia. Saya mau berdampingan dan berdamai dengan diri sendiri, karena permasalahannya bukan hanya saya atau partai, tetapi untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas," katanya.(silvya/ant)