Sampah Antariksa Pengancam Bumi Tak Hanya dari China

Sampah Antariksa Pengancam Bumi Tak Hanya dari China
 Ilustrasi (istimewa)
 03 April 2018 19:26:48 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Jatuhnya stasiun luar angkasa Tiangong-1 milik China di Samudera Pasifik, ternyata hanya satu dari ribuan sampah antariksa yang masih bergentayangan di orbit.

Seperti dikutip detikINET dari Space, Selasa (3/4/2018), bahkan ada ratusan ribu sampah antariksa berukuran jumbo yang masih mengorbit Bumi. Sehingga, jatuhnya Tiangong-1 menghantam Bumi, belum tentu jadi ancaman terakhir.

"Ada beberapa hal besar di orbit rendah sana yang perlu diwaspadai," ucap Jonathan mcDowell, astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Centre of Astrophysics.

Seperti bagian dari roket yang membawa Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) ke ruang hampa pada April 2012, kata McDowell, diperkirakan masuk kembali pada 3 April ini.

Berat dari bagian roket ini hampir satu ton, tepatnya 907 kilogram. Selain itu, bagian roket dari Ariane 5 juga diprediksikan akan jatuh ke Bumi yang tidak berbeda jauh waktu jatuhnya dengen PSLV.

Astrofisikawan ini menyebutkan bahwa yang menjadi perhatian adalah objek Rossi X-ray Timing Explorer (RXTE) kepunyaan NASA, sebuah satelit yang berbobot sekitar tiga ton.

Satelit yang diluncurkan pada 1995 itu memiliki misi menangkap data mengenai katai putih, bintang neutron, lubang hitam dan benda-benda lainnya melalui sinar-X.

Satelit tersebut, kata McDowell sudah dinonaktifkan sejak 2012 dan selama enam tahun terakhir kian mendekati Bumi menjadi bagian dari sampah antariksa.

Kemungkinan, wahana ini mengalami re-entry atau kembali ke atmosfer pertengahan April.

McDowell menjelaskan seberapa cepat sampah antariksa tersebut jatuh ke Bumi, itu tergantung terhadap massa benda tersebut. Sebagian besar material yang punya bobot kecil, maka serasa jatuh layaknya daun, tetapi kalau massanya besar, tampak seperti bola meriam.

"Ketika memasuki re-entry, bila Anda di bawahnya maka akan terlihat bola api yang bagus di langit. Mungkin ada beberapa potongan kecil yang mencapai ke permukaan," ujarnya.

(**)