Ribuan Perusahaan di Jambi Abaikan Hak Pekerja

Ribuan Perusahaan di Jambi Abaikan Hak Pekerja
 ilustrasi (istimewa)
 25 Agustus 2017 13:14:08 wib
Share :

Kabar, Jambi - Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Mayriwan Ekaputra mengeluhkan banyaknya perusahaan dan pengusaha di wilayahnya yang mengabaikan hak perkerja dengan tak membayarkan iuaran BPJS-nya.

Tercatat perusahaan serta pengusaha yang masih menunggak iuaran BPJS Ketenagakerjaanya sebanyak 3.712. Dari total tersebut iuaran yang tertunggak mencapai Rp 24,8 miliar.

"Masih banyak sekali perusahaan atau pengusaha yang mengabaikan hak pekerja dengan tidak membayarkan iuran kepesertaan, sehingga jika tidak dibayarkan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai aturan," katanya di Jambi, Jumat (25/8/2017).

Padahal, kata Mayriwan, membayarkan iuaran pekerjanya merupakan kewajiban perusahaan. Bila perusahaan bersikap demikian, sebenarnya hal tersebut sudah masuk ranah pidana. Belum lagi iuran yang tak dibayar terhitung menjadi piutang perusahaan.

Mayriwan pun akan menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menagih piutang tersebut. Berkas piutang perusahaan yang menunggak juga telah diserahkan kepada KPKNL.

"Karena ranah yang berkewenangan itu KPKNL yang memang lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan penagihan dan nanti bisa sampai kepada penentuan tindak lanjutnya," katanya.

Sementara Kepala KPKNL Jambi Anita Wihardeni mengatakan berkas piutang yang telah diterima sebanyak 2.000 berkas. Nanti KPKNL akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan yang menunggak ini sebagai upaya tindak lanjut.

"Akan kita panggil pertama, kedua, ketiga, hingga nantinya jika diabaikan akan dilakukan panggilan paksa," kata Anita, dikutip dari Antaranews.

(**)