Rencana Umroh Jonru Akan Dicekal Tim Panas

Rencana Umroh Jonru Akan Dicekal Tim Panas
 dok. kb7
 15 September 2017 09:00:11 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Penulis sekaligus penggiat media Jonru Ginting yang terseret kasus ujaran kebencian akan dicekal oleh Tim Pembela Muannas (Tim Panas) ke luar negeri.

Untuk diketahui, Jonru harus berurusan dengan hukum lantaran dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Zakir Rasyidin pada Senin (4/9/2017) dan Muannas Alaidid pada 31 Agustus lalu atas tuduhan menyeberkan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Adapun kuasa hukum Muannnas yang menamakan dirinya Tim Panas terdiri dari Ferdian Sutanto S.H, Rahmat Aminudin S.H, Ir. Edy M Lubis S.H, Pantri Lestari S.H, Dedi J Syamsudin S.H, Yosep L Koten S.H, Ridwan Syaidi Tarigan S.H, Suhardi S.H, Afriady Putra S.H, Semuel Mudja S.H, Julius J Ferdinandus S.H, Ester Silooy S.H, Irwan Midian Manurung S.H, Bonar Pandopotan Silalahi S.H dan Mohammad Zahky Mubaroh S.H. 

Sedangkan pencekalan Jonru oleh kuasa hukum korban lantaran yang bersangkutan berencana akan pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah pada November mendatang.

"Pencegahan perlu untuk memastikan pelaku ada di indonesia. Kalau dia keluar negeri, akan menghambat prosesnya," kata anggota Tim Panas, Afriady Putra dalam konferensi pers di Jakarta Barat, Kamis (14/9/2017).

Permohonan agar pihak kepolisian mencegah Jonru pergi keluar negeri akan dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Selasa (19/9/2017) nanti. Diharapkan langkah tersebut dapat dikabulkan oleh polisi.

Selain itu, Afriady juga menginginkan agar pihak kepolisian segera melakukan gelar perkara. Karena dengan adanya gelar perkara nasib laporan Muannas menjadi jelas.

"Jadi kami butuh kepastian hukum, bisa dilanjutkan atau tidak," sebutnya.

Muannas bersama saksi pegiat media sosial Guntor Romli dan Slamet Abidin sebelumnya telah diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya atas kasus ini pada Rabu, 13 September 2017 kemarin.

Muannas juga telah memberikan bukti-bukti postingan yang dianggap mengandung unsur SARA. Bukti tersebut sudah diberikan kepada penyidik dan tinggal dilakukan penyelidikan.

Sementara, Tim Panas juga berencana kembali melaporkan Johru ke pihak kepolisian dengan kasus yang sama yaitu ujaran kebencian. Pasalnya melalui media sosial Jonru diduga kembali memfitnah Muannas dengan sebutan anak DN Aidit, pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Laporan baru terhadap Jonru atas fitnah yang mengatakan Muannas anak Aidit PKI akan dilaporkan pada Selasa tanggal 19 September 2017," tuturnya.

(hdi)