Rayakan HUT ke-17, Srikandi Peduli Papua

Rayakan HUT ke-17, Srikandi Peduli Papua
 (dok. kb7)
 20 Oktober 2017 09:26:02 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Sedikitnya 2,37 juta perempuan berusia 15 tahun ke atas di Papua sangat beresiko Kanker Serviks atau kanker leher rahim. Penyakit pembunuh nomor satu bagi perempuan di Indonesia, ini menjadi konsentrasi peduli Srikandi, organisasi istr-istri warga negara asing di Indonesia saat merayakan HUT-nya yang ke 17.

"Papua, salah satu daerah di Indonesia yang memiliki angka tertinggi pengidap kanker serviks. Dengan indikasi perhitungan setiap tahunnya 546 perempuan Papua meninggal akibat Kanker Serviks. "Kanker ini menjadi masalah terbesar untuk wanita. Ketika saya berhadapan langsung dengan ‘mama-mama’ di sana (Papua,red) dan mendiagnosa mereka kanker, tatapan mereka langsung kosong. Ini masalah besar buat saya, karena mereka tidak akan kembali lagi ke rumah sakit," tutur dr. Rosaline Irene Rumaseuw di JW Marriot Jakarta, Rabu (18/10/2017) kemarin.

Menurut dr Rosaline Rumaseuw yang didamping Ketua Srikandi, Itha Saleem dan Sekretaris Dewan Kesenian Papua, Septinus Rumasep, wanita yang telah divonis menderita kanker serviks lebih banyak memilih tidak kembali ke rumah sakit karena mereka tahu bahwa pengobatan yang mereka lakukan hanya jadi sia-sia.

"Saya selalu tanya kenapa mereka tidak mau kembali lagi. Mereka bilang itu penyakit mahal, daripada saya buang-buang uang lebih baik saya tabung uang untuk sekolah anak-anak atau memberikan pakaian layak untuk suami saya. Karena suami saya kerja dan harus tampil rapi," ungkapnya menirukan wanita yang ditemuinya di Biak.

Selain itu, kata dr. Rosaline Rumaseuw, tingginya angka kematian akibat kanker serviks pun dilatarbelakangi masyarakat Papua yang masih percaya dengan hal mistis.

"Mereka lebih percaya kesembuhan bisa didapat ketika mereka mendatangi 'orang pintar'. Makanya saya selalu mengedukasi mereka kalau sakit jangan cari 'orang pintar' tapi cari dokter," papar wanita yang juga Presiden Lions Cub Internasional, Jakarta Selatan Centennial Cendrwasih ini.

Ulang Tahun Srikandi ke 17 Itha Saleem mengatakan, HUT ke 17 Srikandi ini dimerishkan dengan pameran kesenian dan budaya Papua sekaligus mengeksplorasi potensi pariwisata di Biak, Provinsi Papua Barat. Sebab selama ini, Provinsi Papua belum dipromosikan secara maksimal. Serta mengangkat kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat, khususnya aktivasi kaum peremuan di Papua. Papua, lanjut Itha Saleem, potensi wisatanya begitu eksotis. Penuh pesona dan menarik dilihat dan dipublikasikan ke dunia.

Karenanya, berkaitan dengan HUT ke 17 Srikandi, sebagai orang Indonesia, khususnya perempuan Indonesia yang menikah dengan orang asing, kami ingin berbagi dan mengetuk kaum perempuan di sana ‘ayo bangkit’ untuk bercerita kepada dunia tentang potensi yang dimilikinya.

"Potensi alam yang eksotis, laut dan isinya, potensi ekonomi melalui kerajinan tenunan yang bisa dibuat apa saja, sekaligus budaya yang dimiliki begitu energik dan luar biasa bila dikemas dengan apik," kata Itha Salem yang berharap di Gala Dinner ajang penggalangan dana buat para perempuan yang terkena kanker serviks di sana bisa bermanfaat dengan baik.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dewan Kesenian Papua, Septinus Rumasep, dirinya bersyukur, organisasi istri-istri warga negara asing, perempuan Indonesia, Srikandi ini peduli dengan Papua. Hingga dia berharap dapat disinergikan dengan upaya Pemerintah Provinsi Papua untuk mengeksplorasi Papua dalam segala potensi yang dimilikinya.

Menjawab wartawan kesiapan dan kemudahan menjangkau Papua, Septinus Rumasep mengatakan, ini memang pekerjaan rumah yang harus disikapi dengan cepat, baik dan tepat.

"Untuk Papua didatangi para wisatawan mancanegara maupun nusantara, Pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi harus mempercepat penyediaan infrastruktur dan transportasi dengan baik, agar akses dan menghubungkan Papua dengan semua provinsi dan dunia dapat terlaksana dengan mudah, nyaman dan murah," ucap Septinus Rumasep yang berterimakasih kepada Organisasi Istri Warga Negara Asing, Srikandi ini.

(k7-1)


Berita Terkait