Ratusan Bangunan Liar Jalan Thonkang Dibongkar

Ratusan Bangunan Liar Jalan Thonkang Dibongkar
 
 12 Desember 2013 18:01:38 wib
Share :

kabar7,Jakarta- Sebanyak 156 KK kawasan kumuh jalan Thonkang Kramat Senen Jakarta Pusat dibongkar, warga penghuni gubuk liar itu minta pembongkaran tidak menggunakan ecsavator. Penertiban berjalan tertib dan aman. Sebelum sudah dibongkar 220 bangunan. ( 9-12-3013).

Pihak kelurahan Kramat dan kecamatan Senen sudah memberikan sosialisasi terhadap warga penghuni untuk melakukan pembongkaran sendiri. Pengosongan tempat tersebut diberikan batas waktu selama 7x24 jam, 3x 24 jam dan terakhir 1x24 jam.

Sebelumnya warga menolak listrik di putus saat malam hari, sebab mereka harus membenahi barang yang masih bisa dipergunakan. Sebanyak 60 anggota trantib Kecamatan Senen, anggota TNI - POLRI, disiagakan. Dan menggunakan alat berat ecsavator, 20 truk sampah untuk mengangkut hasil pembongkaran, serta petugas PJU lampu jalan untuk mematikan arus listrik.

Camat Senen Lola Lolita didampingi Wakil Camat Senen Ikhsan Sururi kepada kabar7.com mengatakan, pembongkaran ini dilakukan karena banyak warga membangun diatas saluran air disepanjang jalan Tongkang.

”Selanjutnya kami akan menormalisaikan jalan ini untuk difungsikan kembali sebagai fungsi jalan bagi publik,”jelas Lola.

Menurutnya, penertiban ini diperkirakan mencapai 3 (tiga) hari karena banyaknya bangunan permanen.” Usai ini kami dengan pihak PU Air akan menormalisasi saluran dan taman, agar kawasan ini untuk lebih indah.” Ungkapnya.

Sementara Ketua RW 01 Nurjaman di lokasi mengatakan, pemerintah provinsi DKI Jakarta seyognyanya dalan penertiban juga harus berdasarkan nurani, terkait warga yang sudah dibongkar juga harus ada solusi terkait penampungan sementara.

“Untuk warga yang punya usaha di Jakarta, setidaknya Pemerintah DKI melakukan integrasi koordinasi antar SKPD dalam melakukan normalisasi prilaku penataan manusianya secara humanistik akibat dampak pembongkaran.”kata Nurjaman.

Ditempat yang sama Lurah Kramat Leo Tantino menegaskan, pihaknya tetap melakukan pembenahan sisi jalan untuk kepentingan warga.” Sisi kanan yang bangunannya juga harus dibongkar, agar semua kawasan ini saluran diperluas untuk mencegah dampak banjir yang kerap mengancam.” Pungkas Leo. (Nanorame)