Ratna Sarumpaet Dianiaya Orang Misterius di Dalam Mobil

Ratna Sarumpaet Dianiaya Orang Misterius di Dalam Mobil
 Ratna Sarumpaet (istimewa)
 02 Oktober 2018 21:32:47 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Koordinator Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut aktivis Ratna Sarumpaet dianiaya di dalam mobil di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Dia mengutarakan hal tersebut berdasarkan penuturan Ratna, Senin malam (1/10).

"Beliau dikeroyok di dalam mobil oleh orang tak dikenal di bandara Bandung," ucap Dahnil saat dihubungi, Selasa (2/10/2018).

Ratna merupakan salah satu anggota BPN Prabowo-Sandi. Dia diduga dianiaya oleh orang tak dikenal. Wajahnya lebam akibat penganiayaan yang diterimanya.

Dahnil mengatakan dirinya bersama Prabowo dan Sandiaga Uno memperoleh foto Ratna dengan wajah yang lebam tadi malam. Setelah itu, Dahnil lantas menghubungi Ratna melalui sambungan telepon.

Ratna, lanjut Dahnil, membenarkan bahwa dirinya dikeroyok oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan penuturan Ratna, Dahnil mengatakan pngeroyokan itu terjadi pada 21 September lalu. Namun Ratna tidak langsung memberitahu siapapun karena merasa takut.

"Tanggal 21 September yang lalu. Jadi sudah lama, tapi kami baru tahunya tadi malam. Ternyata beliau ketakutan dan trauma sehingga tidak mengabarkan ke siapa-siapa," ucap Dahnil.

Mengenai foto yang beredar di media sosial, Dahnil yakin bukan Ratna yang menyebarkan. Dia mengatakan Ratna masih trauma dan ketakutan.

Ia menduga orang lain yang pertama kali menyebarkan foto Ratna dengan wajah lebam melalui media sosial.

Saat ini, lanjut Dahnil, Ratna sudah berada di rumahnya setelah dirawat di rumah sakit. Dahnil belum mengetahui rinci di mana Ratna sempat dirawat usai dikeroyok.

"Tapi sepertinya rumah sakit di Bandung," ucap Dahnil.

Dahnil lalu menyebut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana menjenguk Ratna di kediamannya pada hari ini.

"Rencananya hari ini kalau enggak salah, tapi tepatnya jam berapa kurang tahu," ucap Dahnil.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut membenarkan kejadian yang menimpa Ratna.

Dia lantas mendesak kepolisian agar lekas mengusut kasus penganiyaan terhadap Ratna.

"Kami mendesak polisi untuk bisa segera menemukan pelakunya dan membongkar motifnya," ucap Ferdinand saat dihubungi.

"Apabila ini terkait aktivitas politiknya maka sungguh negeri ini semakin jauh dari rasa aman dan demokrasi semakin mati," lanjutnya.

(cnn)


Berita Terkait