Rahmat Aminudin: Hasil Konsultasi dengan Ombudsman Mungkin Jadi Petunjuk Hakim

Rahmat Aminudin: Hasil Konsultasi dengan Ombudsman Mungkin Jadi Petunjuk Hakim
 Rahmat Aminudin SH (Istimewa)
 07 April 2018 09:27:04 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kuasa hukum supir mikrolet Tanah Abang atas nama Perkumpulan Advokat Kebijakan Publik untuk Masyarakat (PAKUBUMI) berkunjung ke kantor Ombudsman RI, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat pada Jumat, 6 April 2018 bicara soal kisruh penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selain bersilaturahmi, perwakilan PAKUBUMI yang datang bersama Abdul Rosyid alias Ocid dan beberapa sopir mikrolet Tanah Abang lainnya juga berkonsultasi menjelang digelarnya sidang perdana gugatan mereka melawan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perkara penutupan Jalan JatibaruRaya, Tanah Abang, di PN Jakarta Pusat pada Selasa, 10 April 2018 pekan depan.

 "Berkonsultasi, ngasih pernyataan gimana masalah nanti menghadapi sidang gugatan nanti tanggal 10 April 2018," ujar Ocid di kantor Ombudsman RI, Jumat kemarin (6/4/2018).

Sebelumnya Ombudsman merilis Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) mengenai dugaan maladministrasi yang terjadi di Tanah Abang. Ocid dan kawan-kawan berencana menggunakan hasil temuan tersebut sebagai salah satu bukti otentik atas gugatan citizen lawsuit mereka.

"(Laporan) ini akan saya bawa sebagai pembuktian," ungkap Rahmat Aminuddin, pengacara supir mikrolet Tanah Abang dari PAKUBUMI, "Menjadi petunjuk, mungkin, ke majelis hakim supaya lebih mempermudah."

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Dominikus Dalu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya.

Menurut Dominikus, hari ini Ombudsman memberikan rangkuman LAHP Tanah Abang sesuai permintaan PAKUBUMI dan para supir mikrolet sebagai bahan bukti pendukung dalam persidangan.

"Ini hak warga negara untuk menempuh upaya hukum," tutur Dominikus saat dihubungi melalui pesan singkat soal kedatangan para sopir Tanah Abang pelintas Jalan Jatibaru Raya tersebut.

"Kita (Ombudsman) mendukung sesuai aturan saja," katanya.

(tempo)


Berita Terkait