Profil Maruf Amin, Ingin Hadirkan Arus Baru Ekonomi

Profil Maruf Amin, Ingin Hadirkan Arus Baru Ekonomi
 KH Maruf Amin (istimewa)
 20 September 2018 13:34:40 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Bakal calon Wakil Presiden pendamping Joko Widodo, Ma'ruf Amin menyatakan keinginannya menghadirkan arus baru ekonomi Indonesia manakala terpilih dalam Pilpres 2019.

Melalui programnya, Ma'ruf ingin memperkuat apa yang telah dibangun pemerintahan Joko Widodo selama ini.

"Saya mengusung arus baru ekonomi Indonesia. Karena arus lama melahirkan konglomerasi yang diharapkan menetes ke bawah melalui trickle down effect, tapi ternyata tak menetes," kata Ma'ruf di Jakarta, Selasa lalu (18/9/2018).

Ma'ruf berharap arus ekonomi baru bisa menghilangkan disparitas baik antara kaya-miskin, kuat-lemah, antara daerah maupun antara produk lokal dengan global.

"Saya ingin membantu pak Jokowi untuk mencapai Indonesia lebih sejahtera," jelasnya.

Dia menjelaskan melalui programnya ia ingin membangun kolaborasi atau kemitraan antara kelompok ekonomi kuat dengan lemah.

Ia juga akan berupaya menghilangkan disparitas antardaerah yang kini gencar dilakukan Jokowi melalui pembangunan infrastruktur.

"Maluku misalnya, masyarakatnya miskin tapi potensi daerahnya besar, dia dulu tujuan mencari rempah-rempah, makanya Maluku nanti harus kita bangun sebagai daerah kuat. Begitu juga Sumatera, Kalimantan. Ini yang saya maksud menghilangkan disparitas antardaerah," jelasnya.

Dia mencontohkan, Sulawesi Selatan sebagai daerah penghasil Kakao, mengekspornya ke Singapura. Di Singapura kakao diolah sedikit menjadi coklat, dan memberikan nilai tambah yang besar.

"Besok kita harap nilai tambah itu ada di Sulsel. Insyaallah kalau disparitas ini kita hilangkan Indonesia akan lebih sejahtera di masa akan datang," katanya.

Semua upaya itu, menurutnya, harus ditopang dengan sumber daya manusia yang andal dan kompetitif sehingga bisa bersaing dengan negara lain.

"Saya terinspirasi Asian Games. Asian Games itu dulu Indonesia paling peringkatnya di atas 10, makanya target medali cuma 16-17. Tapi ketika kita mampu mendorong fighting spirit atlet, ternyata mereka hebat, menghasilkan lebih dari 30 medali," katanya.

Semangat juang seperti itu, kata dia, yang harus ditumbuhkan kepada seluruh elemen bangsa, dalam berbagai bidang, baik perekonomian, pendidikan hingga sosial.

Selain itu, dia juga menilai perlunya membersihkan landasan pembangunan ekonomi dari kerikil-kerikil, misalnya konflik ideologis maupun konflik dalam politik.

Dia menekankan negara harus aman untuk bisa sukses melakukan pembangunan.

(antara)