Presiden Minta Ulama Ikut Antisipasi Perpecahan di Tahun Politik

Presiden Minta Ulama Ikut Antisipasi Perpecahan di Tahun Politik
 Presiden Joko Widodo (*)
 13 September 2017 18:39:56 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Tahun 2018 merupakan tahun politik karena akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Mengingat itu, Presiden Joko Widodo meminta kepada ulama untuk membantu menjaga kerukunan umat agar tak terjadi perpecahan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi, sapaan akrab presiden, saat dijumpai para ulama dari Jawa Tengah (Jateng) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017).

"Kami ingin sedikit mengingatkan kita semuanya bahwa tahun depan sudah mulai tahun politik. Jadi kami mohon bantuan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren, para ulama, kyai, pimpinan ormas (organisasi kemasyarakatan) semuanya agar pada tahun politik, baik tahun depan maupun tahun depannya lagi itu kita jaga bersama," ucap Jokowi.

"Karena di Jawa Tengah ada pemilihan gubernur. Kemudian pada September tahun depan itu sudah penetapan, saya juga baru sadar, sudah penetapan capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden). Oleh sebab itu, kami mohon agar kondusivitas di daerah, kerukunan antar masyarakat antarumat betul-betul kita jaga bersama," tambah Presiden.

Pesan tersebut diucapkan Jokowi guna mengantisipasi perpecahan bangsa karena pertarungan politik. Usaha-usaha adu domba, serta penyebaran kabar-kabar bohong yang berpotensi merusak harmonisasi antarumat.

"Padahal itu adalah perhelatan politik lima tahun sekali. Jangan sampai karena perhelatan politik antar tetangga nantinya tidak rukun apalagi antarumat menjadi tidak kelihatan persaudaraannya kembali," tegas presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta berharap agar ulama Jawa Tengah pun dapat menjaga persaudaraan sesama umat Islam dan persaudaraan dalam ikatan kebangsaan.

"Inilah saya kira yang ingin kami sampaikan agar persaudaraan itu, baik ukhuwah Islamiyah kita, ukhuwah Wathaniyah kita betul-betul kita jaga bersama," tuturnya, dikutip Antaranews.

(**)