Presiden Bagikan SK Pemanfaatan Hutan Sosial di Madiun

Presiden Bagikan SK Pemanfaatan Hutan Sosial di Madiun
 Presixen Joko Widodo (istimewa)
 06 November 2017 12:14:32 wib
Share :

Kabar7, Madiun - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kunjungi Madiun, Tulung Agung dan Tuban, Provinsi Jawa Timur, untuk membagikan membagikan Surat Keputusan Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial serta Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan seluas 2.890,65 hektar kepada masyarakat.

"Sekarang ini sudah 35 tahun, tenang (jangka waktu izin). Tugas saudara-saudara sekarang adalah bekerja keras agar lahan-lahan yang sudah diberikan itu bermanfaat mensejahterakan bagi kita semuanya," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di Dungus Forest Park, Kecamatan Dungus, Kabupaten Madiun, Senin (6/11/2017).

Kepala Negara yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini, mengatakan pemerintah akan mengawasi pemanfaatan lahan hutan sosial itu secara berkala, 6 bulan-1 tahun.

Presiden Jokowi membagikan ribuan SK yang tercakup ke dalam 5 gabungan kelompo tani, yaitu kepada LMDH Sumber Lestari, Tulung Agung seluas 663hektar bagi 928 KK, LMPSDH Wonoreso, Madiun seluas 520hektar untuk 58KK, dan LMPSDH Ngudiwaluyo, Dungus 1.300 hektar untuk 354 KK.

Selain itu, Presiden memberikan kepada LMDH Rizki Abadi, Madiun seluas 297 hektar untukn185KK dan LMDH Ngimbang Makmur, Tuban 77,25 hektar untuk 147kk.

"Silakan mau ditanami coklat silakan, ada yang disampaikan Pak Gubernur tanam iles-iles. Kalau cocok silakan, itu bagus untuk ekspor tapi harus dirawat," ujar Presiden, dilansir dari Antaranews.

Tak lupa Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat untuk memperhitungkan dengan matang bila ingin menggunakan SK ke bank guna modal usaha pertaniannya.

Kepala Negara menambahkan luas lahannakan ditambah jika pemanfaatan hutan sosial menghasilkan komoditas yang baik dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Nanti saat kita cek tanah yang sudah diberikan ini produktif dan ditanami, menghasilkan, semakin itu produktif, semakin itu menghasilkan, bapak ibu akan kita siapkan lagi untuk diberikan tambahan lagi. Tapi tadi di depan janjian kalau tidak produktif, ditelantarkan, maka akan dicabut," kata Presiden.

(**)