Presiden Ajak Pimpinan Ponpes Membangun Persatuan dan Persaudaraan

Presiden Ajak Pimpinan Ponpes Membangun Persatuan dan Persaudaraan
 Presiden Joko Widodo (dok. Setkab)
 20 Oktober 2017 11:12:55 wib
Share :

Kabar7, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahim dengan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis (19/10/2017) malam.

Dalam silaturahim itu, Jokowi mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar dengan 17.000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote.

Indonesia memiliki 516 kabupaten/kota, 34 provinsi, 714 suku dan 1.100 lebih bahasa daerah. Hal ini telah membuat bangsa lain kagum terhadap Indonesia.

"Inilah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita bangsa indonesia. Betapa kita ini majemuk, bermacam macam, beraneka ragam. Berbeda agama, suku, bahasa daerah. Tapi sering kita lupa," kata Presiden Jokowi.

Karena itu, Presiden mengajak para pimpinan Ponpes untuk terus membangun persatuan, terus membangun persaudaraan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah bashariyah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku, dalam konferensi internasional, summit, atau pertemuan pertemuan bilateral dengan negara manapun, dirinya sering menyampaikan betapa Indonesia ini sebagai negara Islam terbesar di dunia.

"Biar pada ngerti, karena sebelumnya banyak yang tidak tahu. Yang terakhir saya sampaikan kepada Emir Qatar, Syeikh Tamim, bahwa Indonesia memiliki 17.000 pulau, beliau terkaget kaget," ungkap Presiden Jokowi, dikutip dari laman Setkab.

Untuk itu, Kepala Negara kembali mengajak para pimpinan Pondok Pesantren se-NTB untuk bersama-sama menjaga kerukunan, menjaga persaudaran, dan terus melahirkan manusia manusia Indonesia yang unggul, pandai, dan berakhlak mulia.

Menurut Kepala Negara, dirinya ingin terus bersilaturahim dengan para pimpinan dan santri di pondok pesantren di NTB untuk bisa terus mendapatkan masukan-masukan demi terwujudnya kedaulatan, kemandirian, kemakmuran, kesejahteraan, bangsa dan negara Indonesia.

Untuk diketahhui, tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

(**)