Prediksi Bappenas, Jakarta akan Dikepung Banjir 2030

Prediksi Bappenas, Jakarta akan Dikepung Banjir 2030
 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro (istimewa)
 08 Desember 2017 14:20:46 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Tanggul laut Jakarta bernama National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) perlu ditingkatkan. Jaka tidak, maka DKI Jakarta akan dikempung banjir pada tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro saat meninjau proyek NCICD di kawasan Kali Baru, Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).

"Bisa kita lihat pada peristiwa banjir rob di Muara Baru beberapa waktu lalu bahwa penurunan muka tanah benar-benar terjadi. Di daerah itu kalau tidak salah 12 cm per tahun sementara di daerah Jakarta lainnya rata-rata 7 cm per tahun," kata Bambang yang didampingi Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno, ketika meninjau proyek.

"Kalau kita tidak melakukan apa-apa pada tahun 2030 Jakarta akan mengalami banjir dari dua arah," lanjutnya.

Yang dimaksud banjir dua arah oleh Bambang, ialah banjir dari air laut di daerah utara Jakarta dan banjir dari daerah pegunungan di selatan Jakarta.

Ia juga mengimbau Sandiaga Uno untuk serius mengelola air bersih dan air limbah di Jakarta untuk mencegah semakin parahnya penurunan muka tanah Jakarta.

"Penurunan muka tanah salah satu penyebabnya adalah penggunaan air tanah dan air sumur yang berlebihan, itu yang harus dicegah, berarti rumah tangga harus punya alternatif air bersih selain dari PDAM," katanya.

Untuk pengelolaan air limbah, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta memang butuh dana Rp90 miliar dan memakan waktu sampai 2050 hingga Jakarta memiliki saluran pengelolaan air bersih.

"Untuk air bersih kira-kira butuh Rp 40 triliun untuk menyalurkan air bersih lebih banyak hingga menjangkau 500 ribu rumah tangga yang belum memiliki akses air bersih," pungkasnya, dilansir dari Tribunnews.

(**)