Prajurit TNI Jaga Kepercayaan dan Kehormatan Emban Tugas Internasional

Prajurit TNI Jaga Kepercayaan dan Kehormatan Emban Tugas Internasional
 (Dok. Puspen)
 19 April 2018 23:25:26 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - "Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda harus menjaga kepercayaan dan kehormatan dalam mengemban tugas internasional, hal tersebut tidak terlepas dari kinerja dan berbagai prestasi yang telah ditunjukkan oleh Satgas TNI Kontingen Garuda yang telah bertugas sebelumnya".

Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan pada upacara militer pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Yonkomposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-D/United Nations Mission In Darfur (UNAMID), di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/4/2018).

Menurut Panglima TNI, keberhasilan menjaga nama baik TNI dapat diperoleh para Komandan Satgas beserta seluruh staf maupun prajurit mampu memahami dan melaksanakan dengan baik mandat serta misi yang menjadi kebijakan PBB.

"Diharapkan kepada para prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda untuk dapat terus menjaga nama harum Konga," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa para personel Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID harus memahami Resolusi PBB 1769 tahun 2007 yang menyatakan UNAMID memiliki mandat dan kewenangan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam pengerahan pasukan sesuai kemampuannya untuk melindungi personel, fasilitas, instalasi, peralatan, menjamin keamanan dan kebebasan bergerak personel sendiri serta lembaga-lembaga kemanusiaan.

"Hal ini penting untuk diketahui, dipahami dan dikuasai oleh Dansatgas serta staf guna memberikan pemahaman terhadap standar operasi maupun aturan pelibatan yang berlaku pada misi UNAMID," ucapnya.

Panglima TNI juga menuturkan bahwa operasi pemeliharaan perdamaian saat ini sudah sangat kompleks dan melibatkan berbagai pihak mulai dari staf internasional PBB, personel Polisi Militer, organisasi internasional palang merah internasional dan organisasi lainnya.

Terkait misi perdamaian dunia, dia menekankan bahwa Sekjen PBB terus menaruh perhatian terhadap terjadinya pelanggaran di daerah operasi sehingga guna menjaga citra misi pemeliharaan perdamaian PBB maka dikeluarkan kebijakan zero toleransi terhadap semua jenis pelanggaran.

"Kepada seluruh anggota Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID untuk tidak sekali-kali terlibat dalam masalah dan jangan sekali-kali melanggar larangan atau ketentuan yang berlaku," katanya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa perkembangan dan kecenderungan situasi di daerah operasi harus menjadi perhatian untuk terus diikuti dalam rangka menyusun strategi serta tindakan taktis Satgas Konga.

"Keselamatan personel serta kredibilitas Indonesia dan TNI sangat tergantung kepada kepemimpinan Dansatgas, disiplin loyalitas serta soliditas seluruh prajurit TNI yang mengemban tugas di daerah operasi," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa penugasan yang diemban Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID merupakan tugas istimewa karena tidak hanya dipercaya sebagai duta TNI tetapi juga duta bangsa dan negara di forum internasional.

"Apa yang dikerjakan di sana akan menjadi cerminan kualitas TNI di mata tentara negara lain dan menjadi ukuran bagi bangsa serta negara lain dalam memandang posisi negara Indonesia," ungkapnya.

Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID tahun 2018 berjumlah 800 prajurit TNI termasuk di dalamnya prajurit wanita TNI sebanyak 22 personel, yang akan melaksanakan tugas selama satu tahun dipimpin Letkol Inf Irdham sebagai Dansatgas.

(andreas)