Poster Palsu Teror Pasangan Hadist

Poster Palsu Teror Pasangan Hadist
 (Dok. Rahmat Yasin Center)
 17 April 2018 10:33:33 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Pelaksanaan kampanye Pilkada Kabupaten Bogor 2018 sudah dua bulan lebih berjalan, terus-menerus diwarnai sejumlah aksi kotor oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang ingin merusak suasana kondusif pesta demokrasi rakyat tersebut.

Mulai dari aksi menebar isu "jahat" tentang pasangan calon bupati-calon wakil bupati tertentu, perusakan spanduk dan baliho sampai penempelan poster paslon cabup-cawabup yang nomor urutnya dirubah.

Hal tersebut dialami pasangan paslon cabup-cawabup nomor urut dua, Ade Yasin dan Iwan Setiawan (Hadist) yang berdasarkan hasil survei beberapa lembaga independent paling berpotensi memenangi Pilkada 2018.

Setelah diserang isu negatif serta mendapat teror perusakan dan penghilangan spanduk, kali ini beredar poster bergambar pasangan Hadist dengan nomor urut yang berbeda dari nomor resmi hasil undian KPU Daerah.

Dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah relawan Hadist menemukan poster ilegal tersebut.

"Beberapa hari ini kami mendapati banyak poster Hadist yang nomor urutnya dirubah jadi nomor tiga. Padahal nomor urut Hadist ialah nomor dua. Ini jelas aneh dan sangat mungkin ada oknum yang ingin mengaburkan informasi soal nomor urut Hadist," kata Wakil Direktur Tim Kampanye Hadist David Rizar Nugroho kepada wartawan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (16/4/2018).

David menyebutkan poster palsu itu ditemukan relawan dan simpatisan di wilayah Kecamatan Bojong Gede, Tajurhalang dan Ciawi.

"Sementara ini baru ditemukan posternya di wilayah itu, informasi masuk juga ada di beberapa kecamatan lainnya, tapi kita belum verifikasi info tersebut. Sekarang ini masih kita dalami, dan kita segera adukan temuan ini ke Panwaslu," ujarnya.

Lebih jauh David mengungkapkan, bahwa pasangan Hadist paling sering mengalami serangan kotor dari oknum tak bertanggungjawab yang bertujuan menghambat sosialisasi dan bahkan merusak citra paslon Hadist.

Dia menyebutkan ada warga melaporkan informasi bahwa sejumlah orang mengaku tim pemenangan Hadist membagikan beras berkualitas lebih jelek dari raskin dan bahkan berkutu kepada warga di wilayah Bogor Barat.

Atas kejadian itu, tegasnya, tim Hadist tidak pernah membuat program bagi-bagi sembako kepada warga.

"Kalau ada pihak yang menemukan aksi bagi sembako atas nama Hadist, mohon segera laporkan kepada kami, atau silahkan ciduk dan bawa ke Panwaslu atau polisi. Kita menganalisa bahwa ada pihak yang mau mendiskreditkan Hadist," ungkapnya.

Ditambahkan David, pasangan Hadist juga diteror aksi perusakan dan pencurian spanduk serta baliho. Aksi jahat oknum perusak dan pencuri alat peraga pasangan Hadist itu terjadi di banyak lokasi.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya telah melapor ke polisi dan Panwaslu.

"Dan untuk mengantisipasi kejadian susulan, kami sudah menurunkan tim pemantau ke lapangan untuk bertindak cepat," pungkasnya.

(andreas)