Polri Terus Pantau Medsos Jelang Tahun Politik 2018

Polri Terus Pantau Medsos Jelang Tahun Politik 2018
 (*)
 23 November 2017 15:26:50 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Polri terus memantau aktifitas di berbagai media sosial (medsos) menjelang tahun politik 2018. Hal ini dilakukan karena medsos kerap dijadikan sarana kampaye hitam dalam pemilihan umum.

"Di Indonesia pengguna internet 132,7 juta, dan media sosial itu bisa digunakan untuk alat provokasi, agitasi dan propaganda," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Fadil Imran di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Ia mengatakan, mulai tahun depan pihaknya akan memiliki Big Data dan software yang bisa secara cepat menangkal hal tersebut. Tahun depan juga, seluruh Polda akan dibekali dengan mini lab digital untuk memangani kajahatan digital dengan cepat.

Menurutnya, sebagai negara demokrasi tentu saja kebebasan berpendapat boleh dilakukan di masyarakat dan yang merembet ke pada kebebasan berpendapat di media sosial yang justru mengarah ke hate speech, fitnah dan pembunuhan karakter.

"Kebebasan itu harus bertanggungjawab, oleh karena itulah ada hukum," lanjutnya, dilansir dari Tribunnews.

Pengguna internet bebas saja mengutarakan pendapatnya di media sosial selama hal tersebut tidak merugikan orang lain. Apalagi dengan dimulainya tahun politik tentu saja masalah ini akan menjadi perhatian serius oleh pihaknya.

(**)