Polri Impor Senjata Tak Berbahaya Sesuai Ketentuan

Polri Impor Senjata Tak Berbahaya Sesuai Ketentuan
 (*)
 01 Oktober 2017 01:57:34 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Polisi Republik Indonesia (Polri) impor senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL). Jumlah senjata impor ini sebanyak 280 pelontar granat jenis SAGL kaliber 40x46 mm dan 5.932 butir amunisi granat.

SAGL dikirim menggunakan maskapai asal Ukuraina dan pihak yang mengimpor yakni PT Mustika Duta Mas Senjata. Perusahaan itu membeli senjata melalui mekanisme lelang sesuai dengan kententuan pengadaan barang dan jasa.

Senjata janis SAGL ini diterangkan pihak kepolisian sudah terlebihdahulu dikaji oleh Irwasum Porli dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebelum sepakat untuk diborong ke Indonesia.

"Sampai dengan pengadaan dan pembeliannya oleh pihak ketiga dan masuk ke Indonesia ke pabean Soekarno-Hatta," kata Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto, dikutip dari Antaranews pada Sabtu (30/9/2017).

Senjata impor tersebut kini berada di Gudang Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Untuk diketahui, SAGL masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta pada Jumat kemarin (29/9/2017).

Kepala Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail, menerangkan impor senjata yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini bukanlah yang pertama kali. Melainkan sudah yang ketiga kalinya.

"Ini bukan impor pertama, tapi sudah yang ketiga kali. Yang pertama 2015, dan kedua tahun 2016," kata Irjen Murad dalam konfrensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan, meski bentuk senjatanya terlihat menyeramkan, tapi SAGL bukan senjata yang digunakan untuk membunuh. Pasalnya SAGL ini termasuk laras kecil dan hanya menghasilkan efek kejut terhadap sasaran.

"Ini senjatanya bukan untuk membunuh, tapi untuk efek kejut. Modelnya memang seram, tapi sebenarnya ini laras kecil. Kalau ditembakkan dengan kemiringan 45 derajat, paling jauh jatuhnya 100 meter," katanya.

Murad lanjut menerangkan, SAGL ini ialah dapat digunakan untuk menembakan berbagai jenis peluru di antara yakni peluru karer, peluru hampa, peluru gas air mata, peluru asap, hingga peluru tabur.

(**)