POLISI BEBERKAN RENCANA KUDETA TERSANGKA MAKAR

POLISI BEBERKAN RENCANA KUDETA TERSANGKA MAKAR
 Gedung Polda Metro Jaya (dok. kb7)
 03 April 2017 15:54:32 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Pihak Polda Metro Jaya membeberkan tersangka permufakatan makar berencana melakukan revolusi usai pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Revolusi akan dilakukan setelah pencoblosan pada 19 April 2017," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Diketahui, Jumat (31/3/2017) kemarin, jajaran Polda Metro telah menangkap Jenderal Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath, dan empat orang lainnya yakni Zainudin Arsyad, Irwansrah, Veddrik Nugraha alias Dikho dan Marad Fachri Said alias Andre, ditempat berbeda.

Mereka diamankan polisi atas dugaan permufakatan makar dan kemudian menjalani pemeriksaan di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok. Hasilnya, mereka berlima ditetapkan sebagai tersangka.

Diucapkan Argo, kelima tersangka ini memiliki rencana melancarkan aksi dengan tujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan aksi kudeta tersebut, ada beberapa rangkaian kegiatan yang telah direncanakan di antaranya yakni melakukan pengarahan massa.

Kemudian puncak dari rangkain itu ialah aksi pendudukan gedung DPR/MRP di Jakarta secara paksa untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.

Kegiatan-kegiatan kudeta ini telah dibahas dalam pertemuan di Kalibata, Jakarta Selatan, dan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam dua pertemuan tersebut, terang Argo, para tersangaka merencanakan pendudukan paska gedung parleman, dengan strategi menabrakkan truk ke pintu belakang gedung itu.

(Antara)