Polda Riau Gagalkan Rencana ID dan AN Menikah Karena Terlibat Kasus Narkoba

Polda Riau Gagalkan Rencana ID dan AN Menikah Karena Terlibat Kasus Narkoba
 ilustrasi (istimewa)
 30 Oktober 2017 17:27:49 wib
Share :

Kabar7, Pekanbaru - Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang Polda Riau berhasil membekuk dua pengedar sabu dan pil ekstasi.

Pengedar tersebut yakni seorang pria berinisial ID (31) dan seorang wanita berinisial AN (28). Mereka adalah sepasang kekasih yang rencannya ingin menikah.

"ID sama AN mau nikah, belum resmi," kata Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Hariono di Pekanbaru, Senin (30/10/2017).

Keduanya ini terlibat dalam peredaran sabu-sabu 7,5 kilogram dan 28.000 butir pil ekstasi. Polda Riau meringkus mereka atas pengembangan dari penangkapan R di Maredan, Kabupaten Pelalawan.

Dipaparkan Hariono, R tertangkap saat ingin mengantar barang sebanyak tujuh kg dan 27.000 butir ekstasi ke ID. Setelah itu R diminta untuk memancing ID dengan membuat janji ketemu di halte Jalan Sudirman, depan Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru.

ID kemudian masuk perangkap dan ditangkap. Lalu dia diintrograsi dan mengungkapkan kalau masih memiliki narkotika di rumah kos teman perempuannya yakni AN.

Saat lokasi yang disebut ID digeledah, polisi berhasil menemukan setengah kg sabu-sabu dan 1.500 pil ekstasi di dalam kotak alat kosmetik AN. AN pun turut diringkus polisi.

"Tim meluncur ke Jalan Irkab, Marpoyan Damai. Penggeledahan didampingi Ketua RT dan pemuda setempat di rumah kos-kosan AN dan ditemukan paket sabu-sabu serta pil ekstasi yang disimpan dalam kotak perlengkapan rias," ujar Hariono, dilansir Antaranews.

Selain narkoba, polisi juga menyita dua unit senjata api jenis "Air Softgun". Berdasarkan pengakuannya, senjata itu yang satu merupakan jaminan dari orang yang pinjam uang dan satu lagi milik sendiri, namun belum pernah digunakan.

Dari pengakuan ID, dirinya sudah empat kali menerima pengiriman barang narkoba. Barang tersebut, lanjutnya tergantung bosnya akan dipasarkan dimana dan sebagian memang ada untuk dijual di Pekanbaru.

Oleh karena itu, lanjutnya, kepolisian menduga ID sudah lama bisnis narkoba dan juga diketahui calon istrinya. Pasalnya, selain barang bukti ditemukan di dalam kotak tata rias AN, biaya kos juga ditanggung oleh ID.

"Ancamannya Pasal 114 ayat 2 112 ayat 2 Undang-Undang no.35 tentang pemberantasan narkoba. Kalau yang perempuan dikenakan juga pasal 131, tahu tapi tidak lapor. Ancaman pidana di atas 5 tahun, 20 tahun atau seumur hidup dan maksimal hukuman mati tergantung jumlah barangnya," ungkap Dirresnarkoba.

(**)