Polda Metro Ungkap Kasus Pembobolan leasing Fiktif

Polda Metro Ungkap Kasus Pembobolan leasing Fiktif
 dok. kb7
 18 Desember 2017 13:30:28 wib
Share :

Polda Metro Jaya berhasil ungkap sindikat curanmor yang menggelapkan mobil kredit. Komplotan ini telah membobol 15 perusahaan leasing dengan menggunakan aplikasi fiktif.

"Kelompok ini modus operandinya dengan mengajukan aplikasi kredit kendaraan ke pihak leasing dengan menyertakan dokumen-dokumen palsu," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/12/2017) kemarin.

Kasus ini diungkap Sub Direktorat Kendaraan Bermotor (Ranmor) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Awalnya, petugas menelusuri informasi terkait adanya transaksi mobil Toyota Avanza yang dijual seharga Rp45 juta lengkap dengan STNK. Ternyata mobil itu masih berstatus kredit.

"Modus mereka mengajukan aplikasi kredit ke leasing, kemudian setelah melalui proses survei dan verifikasi dan dinyatakan lolos, mobil diserahkan. Namun kemudian pelaku yang seharusnya membayar cicilan dia menunggak dan melarikan diri dengan kendaraannya," papar Nico.

Ada empat pelaku yang telah diamankan. Mereka yakni SF, AF, AD dan ML. Keempat tersangka memiliki peran sebagai pemalsu aplikasi dan penadah.

"Mereka sudah membobol 15 leasing dengan modus aplikasi fiktif dengan menggunakan data-data palsu," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka SF dan AF. Dari keterangan dua tersangka itu, polisi lalu mengembangkan tersangka AD.

"Tersangka SF dan AF mengaku mendapatkan kendaraan tersebut dari tersangka AD yang mengajukan aplikasi fiktif dengan data palsu," sambung Agus, dilansir dari Detik. 

Tersangka AD kemudian ditangkap pada 12 Desember 2017. AD mengaku mendapatkan dokumen palsu tersebut dari tersangka ML.

"Tersangka ML membuat dokumen palsu seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), serta data-data lain yang diperlukan dalam pengajuan aplikasi dia palsukan semua," lanjutnya.

Dari para tersangka, polisi menyita 1 unit mobil Toyota Avanza warna silver bernopol B 1803 VKM berikut sejumlah dokumen palsu dan peralatan untuk membuat dokumen palsu.

(**)