Polda Metro Aman 30 Mobil Leasing

Polda Metro Aman 30 Mobil Leasing
 Gedung Mapolda Metro Jaya (dok. kb7)
 27 November 2017 12:31:31 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Polda Metro Jaya amankan 30 kendaraan berpelat bodong selama periode Oktober-November 2017. Mobil-mobil ini merupakan objek jaminan fidusia.

Pulahan kendaraan itu merupakan hasil operasi gabungan antara Subdit Ranmor dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang digelar pada 30 Oktober hingga pertengahan November 2017.

Oprasi dilakukan sebagai tindak lanjut laporan dari perusahaan pembiayaan akan maraknya debitur nakal yang mengalihkan kendaraan berstatus kredit tanpa sepengetahuan pihak leasing.

"Setelah dilakukan pencarian, unit yang merupakan objek jaminan fidusia ini bahwa unit pada debitur sudah tidak ada. Sebagian sudah dialihkan, baik dijual maupun digadai yang merupakan perbuatan melawan hukum," kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/11/2017).

Upaya ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut dari pertemuan dengan pihak Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) beberapa waktu lalu terkait implementasi UU No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

"Masyarakat masih banyak yang belum mengerti atau tahu tentang UU Jaminan Fidusia. Bahwa sebetulnya kendaraan bermotor yang menjadi objek jaminan fidusia itu tidak boleh dipindah tangankan tanpa seizin pihak pembiayaan," ungkap Didik, dilansir dari Detik.

Atas hal itu, Direktorat Reskrimum bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas yang mem-BKO-kan personel lalu lintas untuk mengidentifikasi pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasinya.

"Tiga minggu terakhir ini Ditkrimum telah berhasil mengamankan 30 unit kendaraan jaminan fidusia yang dialihkan oleh debitur ke pihak lain dengan cara melawan hukum," kata Didik.

Sementara itu, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus mengatakan 30 unit mobil tersebut tertangkap karena pelat nomornya tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Beberapa di antaranya ada yang diamankan dari debitur yang mengalami kredit macet.

"Tiga puluh unit mobil ini rata-rata objek fidusia. Karena kreditnya macet, takut dieksekusi oleh pihak leasing maka dia menggunakan pelat palsu," terang Agus.

Ada beberapa di antaranya yang tertangkap dari pemilik kendaraan yang tidak sah. Mereka, kata Agus, membeli kendaraan objek fidusia dengan STNK palsu.

"Pembeli tidak tahu kalau ternyata STNK-nya itu palsu. Mereka membeli dengan harga rendah," imbuh Agus.

Ia menambahkan, pihaknya masih mendalami pelaku yang menjual atau memindahtangankan kendaraan objek fidusia tersebut. Polisi juga masih mendalami tindak pidana yang terjadi dalam hal pemindahan barang bukti tersebut.

"Masih akan kami kembangkan, karena beberapa di antaranya patut diduga hasil kejahatan," tutur Agus.

Tiga puluh unit mobil tersebut saat ini diamankan di Mapolda Metro Jaya. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya bisa mengeceknya ke Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

(**)