Pil PCC Jadi Ancaman Untuk Bonus Demografi

Pil PCC Jadi Ancaman Untuk Bonus Demografi
 Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita F Moeloek (istimewa)
 23 September 2017 16:08:37 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita F Moeloek hadiri acara Rakor Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia, Wilayah Indonesia Tengah II, di Solo, Sabtu (23/9/2017).

Dalam acara tersebut Menkes Nila berbicara soal peredaran pil paracetamol, cafein dan carisoprodol (PCC) dikalangan masyarakat.

Menurutnya, pil yang tak punya izin peredarannya tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi anak-anak. Karena pengonsumsi tersebut dapat menjadi ancaman terhdap bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

"Enggak ada yang makan minum tablet PCC kan? Alhamdulillah gak ada. Saya agak kecewa juga, di Jateng juga ditemukan pembuatan tablet PCC. Kalau bisa malah melarang temannya untuk ikut-ikutan," katanya di awal sambutan.

Ia mengaiktakn soal peredaran pil PCC dengan bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada tahun 2035. Katanya, bila generasi penerus didiamkan mengkonsumsi obat terlarang itu, kelak mereka akan menjadi bencana di masa mendatang.

"Tadi saya katakan soal PCC. Kalau ada anak-anak kita yang seperti ini apakah kita akan mencapai bonus demografi? Mungkin disaster yang kita dapatkan. Bukannya bonus, tapi beban kita dapati. Anak-anak kita dengan HIV, berpenyakitan, kurang gizi. Apakah kita mencapai bonus demografi," ujarnya.

Untuk itu, sangat penting peran pendidik guna menyiapkan generasi berikutnya. Sebab, bonus demografi dipercaya hanya datang sekali di sebuah negara.

"Kita hanya alami peluang ini sekali di satu negara. Masa itu di Jepang sudah lewat, kita akan mencapainya di 2035," pungkasnya, dikutip dari Detik.

(**)