PGN Kecam Keras Bom di Surabaya

PGN Kecam Keras Bom di Surabaya
 (istimewa)
 13 Mei 2018 11:19:30 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur mengecam keras atas tragedi bom di tiga rumah ibadah, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan Gereja Jalan Arjuna, Surabaya.

Anggota Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jatim, Waluyo Wasis Nugroho mengungkapkan bahwa PGN Jawa Timur mengutuk keras aksi pengeboman rumah ibadah tersebut.

"Perbuatan keji tersebut tak mungkin dilakukan oleh orang yang waras jasmani dan rohaninya, hanya orang sesat lagi dzholim yang melakukan tindakan keji tak beradab tersebut," katanya kepada Kabar7 di Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Sementara itu, KH Achmad Zani Illiyin mengatakan bahwa kejadian yang terjadi di beberapa rumah ibadah adalah perbuatan sangat tercela dalam suatu ajaran agama.

"Tragedi pemboman rumah ibadah adalah suatu tindakan kejahatan yang luar biasa tak berperikemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan dalam ajaran agama manapun," katanya.

Menurut dia, dalam ajaran Islam tidak ada anjuran untuk merusak rumah ibadah.

"Islam tidak mengajarkan membunuh, membantai, membom manusia tak berdosa. Apalagi sekolompok manusia yang sedang beribadah sesuai keyakinannya masing-masing, yang hak beribadahnya dijamin dan dilindungi oleh undang-undang negara," ujarnya.

Dia menegaskan, tindakan pemboman rumah ibadah adalah suatu kedzholiman yang sangat luar biasa.

Selain itu, Ketua Inti PGN Jatim, KH Riza Sholehudin Habibi mengajak semua umat dan rakyat dari semua agama dan golongan apapun untuk selalu bersatupadu. Menjaga keharmonisan, kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Bersatu dalam persatuan, damai dalam kebhinekaan dan bulatkan tekad untuk bergandengan tangan menolak dan melawan radikalisme," ujarnya.

PGN Jawa Timur meminta Presiden, Kapolri, Panglima TNI, pemerintah daerah, provinsi serta pemerintah pusat, untuk lebih tegas lagi dalam memberantas radikalisme dan terorisme di seluruh nusantara.

(andreas)