Perkuat Komitmen Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Perkuat Komitmen Persatuan dan Kesatuan Bangsa
 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok. Puspen)
 04 Januari 2019 10:47:49 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan di masa mendatang persaingan dengan negara-negara lain akan semakin meningkat, namun demikian hanya negara dengan sumber daya manusia unggulan yang akan menjadi pemenang.

"Oleh sebab itu, negara yang penduduknya tidak siap akan tergerus dan hanya menjadi penonton," kata Panglima TNI pada acara Haul Masyayikh dan Silaturahmi Alim Ulama Banten, di Pondok Pesantren Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/1/2019).

Panglima TNI mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat komitmen persatuan dan kesatuan bangsa.

"Mari kita songsong masa depan dengan membangun umat yang berkualitas, bersatu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak hadirin untuk berdoa bersama bagi masyarakat yang menjadi korban musibah bencana alam di beberapa daerah, termasuk musibah tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu.

"Marilah kita doakan saudara-saudara kita korban bencana alam. Semoga pula Allah SWT memberi kemudahan dalam upaya pemulihannya, sehingga saudara-saudara kita dapat segera melaksanakan aktifitas seperti sedia kala," ucapnya.

Menurutnya nilai-nilai luhur bangsa ternyata sejalan dengan nilai-nilai Islam, menjalankan ibadah dengan baik, saling menghormati, menjalankan hak dan kewajiban, dan bahkan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan syariat Islam.

Hal ini, kata Panglima TNI, karena Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur bangsa yang juga dijiwai oleh semangat Islami.

"Islam adalah agama yang Rahmatan Lil'alamin. Sebagai umat mayoritas, sudah sepatutnya umat Islam Indonesia menjadi umat yang membawa rahmat yang akan membawa kepada kebesaran dan kejayaan Indonesia raya," ujarnya.

"Indonesia negeri tercinta ini dikaruniai berbagai suku bangsa, ras, agama dan latar belakang serta kekayaan alam yang melimpah. Kekayaan alam yang menunggu untuk diolah dan menjadikan penduduknya sejahtera. Keberagaman dan kebhinnekaan itu seharusnya menjadikan Indonesia negara yang kuat dari negara lainnya," kata Panglima TNI menjelaskan.

Menurut dia, para ulama pendahulu kita termasuk para pengasuh Pondok Pesantren Kananga serta para santrinya menyebarkan Islam melalui dakwah yang bijaksana, seperti Abah Sholeh, Abah Sughiri, Abah Mu'thi dan para santrinya menyebarkan risalah dengan mengedepankan ilmu, sehingga Islam diterima oleh masyarakat luas.

"Itulah bukti Islam yang rahmatan lil alamin," ucapnya.

(Puspen TNI/Andreas)