PENYELIDIKAN DUGAAN KORUPSI KOMINFO MALUKU BELUM DIEVALUASI

PENYELIDIKAN DUGAAN KORUPSI KOMINFO MALUKU BELUM DIEVALUASI
 Ilustrasi (istimewa)
 29 Oktober 2016 20:21:07 wib
Share :

Kabar7, Ambon - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menyatakan, bahwa hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi anggaran penguatan WiFi Kantor Gubernur Maluku yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) provinsi belum dievaluasi.

"Belum ada informasi resmi dari tim penyidik kalau dugaan kerugian keuangan negara yang timbul dalam perkara ini berapa besar dan siapa calon tersangkanya, sebab masih dalam tahap penyelidikan," kata Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette di Ambon, Sabtu (29/10/2016).

Tim penyidik kejati sejauh ini telah memanggil sejumlah pihak terkait guna dimintai keterangan di antaranya mantan Kadis Kominfo Maluku, IS, bendara dinas berinisial, ML dan rekannya ES selaku pejabat pembuat tekhnis kegiatan, termasuk pihak PT. Telkom selaku pelapor.

Yang jelas, kata Sammy, setelah proses penyelidikan dianggap cukup baru dilakukan evaluasi serta gelar perkara atau ekspos perkara di kejati.

"Nantinya bila dalam gelar perkara dianggap masih kurang maka penyidik perlu memanggil pihak terkait lain untuk dimintai keterangan tambahan," ujarnya.

Tetapi kalau dianggap sudah lengkap baru status perkaranya bisa ditingkatkan menjadi penyidikan dan pastinya sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Munculnya dugaan korupsi dalam proyek pengembangan komunikasi dan informatika di Dinas Kominfo Maluku tahun anggaran 2015 berupa penguatan jaringan Wifi di kantor gubernur ini setelah Kejati menerima pengaduan dari PT. Telkom Cabang Ambon.

Dalam pengaduan itu dijelaskan kalau Dinas Kominfo dalam tahun anggaran 2015 mendapatkan kucuran dana dari APBD provinsi sebesar Rp675,8 juta lebih.

Anggaran tersebut harusnya diserahkan kepada pihak ketiga untuk membayar biaya proyek Wifi kepada pihak PT. Telkom Cabang Ambon namun tidak pernah direalisasikan hingga saat ini.(monce/ant)