Pentagon Ungkap Laporan Kekerasan Seksual di Markas Militer

Pentagon Ungkap Laporan Kekerasan Seksual di Markas Militer
 Gedung Pentagon (istimewa)
 18 November 2017 18:27:04 wib
Share :

Kabar7, Washington - Militer Amerika Serikat, Jumat, untuk pertama kali mengungkapkan data per markas militer mengenai laporan penyerangan seksual.

Pentagon menunjukkan jumlah laporan lebih tinggi di sarana militer besar, seperti, Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Norfolk, Virginia, dan pangkalan di luar negeri, katakanlah, Korea Selatan.

Serangan seksual di militer, yang dirumuskan dengan tindakan mulai dari meraba hingga pemerkosaan, diyakini secara berarti terjadi lebih tinggi daripada yang masuk dalam laporan.

Pentagon mengatakan bahkan memperkirakan, pada 2016, kurang dari sepertiga personel yang terkena serangan seksual, melaporkan hal itu.

Namun, tetap ada perbaikan dalam pelaporan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kata Pentagon.

Menurut data baru disiarkan itu, kumpulan pangkalan Amerika Serikat di Korea Selatan memiliki gabungan 211 laporan terkait kekerasan seksual, sementara di Norfolk memiliki 270 laporan serupa pada 2016, yang dimulai pada Oktober 2015 dan berakhir pada September 2016.

Artinya turun sedikit dari 291 kasus di Norfolk pada 2015.

Pentagon tidak merinci data itu namun mencatat bahwa laporan itu menunjukkan di mana korban melaporkan serangan seksual, belum tentu di mana terjadi penyerangan seksual.

Laporan kekerasan seksual dari markas besar lain, pada 2016 meliputi: Fort Hood di Texas dengan 199 laporan; pangkalan Angkatan Laut di San Diego, California, dengan 187 laporan; Camp Lejeune di North Carolina dengan 169 laporan; Camp Pendleton di California dengan 157 laporan, dan Fort Bragg di North Carolina dengan 146 laporan.

Pentagon mengumumkan awal tahun ini rekor total 6.172 laporan penyerangan seksual di tahun 2016, dibandingkan dengan 6.082 pada tahun sebelumnya.

Ini meningkat tajam dari tahun 2012, saat 3.604 kasus dilaporkan terjadi.

Militer Amerika Serikat percaya bahwa survei anonim dua tahunan itu memberikan perkiraan lebih cermat mengenai jumlah serangan seksual.

Menurut survai terkini, 14.900 anggota militer mengalami semacam serangan seksual pada 2016, turun dari 20.300 pada 2014.

 

Sumber: AntaraNews