Peneliti: Jangan Cemas Berlebihan Terkait Pelemahan Rupiah

Peneliti: Jangan Cemas Berlebihan Terkait Pelemahan Rupiah
 Ilustrasi (istimewa)
 05 September 2018 10:23:26 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengingatkan warga di berbagai daerah jangan sampai cemas berlebihan terhadap fenonema pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS.

"Sebaiknya masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dalam menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah," kata Assyifa Szami Ilman di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, hal tersebut karena pemerintah selama ini telah cukup responsif dan cekatan dalam menahan pelemahan nilai rupiah tersebut.

Ia mengingatkan bahwa walau rupiah terdepresiasi sebesar sekitar 7 persen, depresiasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan negara dengan perekonomian serupa seperti rupee India (minus 9,7 persen), rand Afrika Selatan (minus 15,98 persen), dan real Brazil (minus 20,26 persen).

Dengan demikian, lanjutnya, kondisi rupiah saat ini masih cukup kuat sehingga dalam waktu dekat tidak akan mengalami resesi seperti yang dialami oleh Turki dan Argentina pada saat ini.

Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra A Riza Patria meminta masyarakat tenang dan tidak usah panik menghadapi penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang saat ini mendekati Rp15.000 per dolar AS.

"Masyarakat tetap tenang dan tidak usah panik karena pemerintah akan berupaya mengatasinya, dan membuat terobosan-terobosan mengatasi masalah ini karena kalau dolar naik terus, akan berdampak pada utang kita dan lainnya," kata Riza Patria.

Ia mengatakan pemerintah juga perlu segera mengambil kebijakan, serta pengelolaan belanja negara baik APBN dan APBD juga diminta tepat sasaran.

Sejumlah proyek infrastruktur yang banyak mengandung bahan impor dan dinilai tidak signifikan, perlu segera dikoreksi.

Saat ini, nilai tukar dolar AS terus menguat terhadap rupiah hingga mendekati Rp15.000 per dolar AS.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Selasa mencapai Rp14.840 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.767 per dolar AS.

(antara)