PDIP: Pertemuan Jokowi-PKS tidak bertujuan Pecah Koalisi, tapi untuk Persatuan Nasional

PDIP: Pertemuan Jokowi-PKS tidak bertujuan Pecah Koalisi, tapi untuk Persatuan Nasional
 Presiden RI Joko Widodo (istimewa)
 26 April 2018 21:18:47 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan petinggi PKS tidak bertujuan memecah belah koalisi PKS-Gerindra di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, justru bertujuan menjaga persatuan nasional bangsa Indonesia.

"Justru sebaliknya, keinginan baik Jokowi untuk bertemu dengan berbagai kalangan harus dipandang sebagai suatu upaya menjaga persatuan nasional bukan justru sebaliknya yang dianggap sebagai kepentingan elektoral," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Basarah menilai langkah Jokowi bersilaturahmi dengan PKS dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebagai upaya menjaga persatuan dan menepis tudingan Jokowi ingin mendapatkan simpati dari PKS dan PA 212 demi Pilpres 2019.

Dia mengatakan orang ataupun kelompok yang menganggap pertemuan silaturahmi Jokowi dengan petinggi PKS dengan alumni 212 sebagai satu upaya-upaya memecah belah, justru mereka yang berpikir ingin memecah belah bangsa.

"Ingat, Jokowi bertemu para pimpinan partai politik dan ormas Islam dalam kapasitas beliau sebagai Presiden Indonesia karena beliau saat ini masih resmi sebagai Presiden," ujarnya.

Basarah mengaku tidak tahu apakah ada tawaran dari Jokowi kepada PKS untuk bergabung dalam Pilpres 2019, namun pertemuan itu harus dipandang sebagai gambaran bahwa Jokowi tidak ada masalah dengan partai-partai oposisi.

Wakil Ketua MPR RI itu mengajak semua pihak melihat hal yang lebih besar bahwa pertemuan itu menggambarkan Jokowi tidak ada masalah dalam menjalin komunikasi dengan semua partai politik termasuk yang posisi politiknya tidak bersama-sama dengan partai koalisi pemerintah.

"Sepanjang PKS memiliki cita-cita politik yang sama untuk mewujudkan politik kebangsaan berdasarkan Pancasila, tentu perjuangannya lewat jalan Islam seperti yang menjadi garis ideologi PDI Perjuangan, saya kira tidak ada masalah," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf membenarkan adanya pertemuan antara petinggi PKS dengan Presiden Joko Widodo yang dilakukan sebanyak dua kali secara informal.

"Terkait Presiden Jokowi benar bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, kalau tidak salah pertemuan informal dua kali," kata Al Muzzammil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/4).

Dia menilai pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri merupakan hal yang biasa karena Jokowi sebelumnya juga melakukan pertemuan dengan para petinggi partai politik termasuk Partai Gerindra.

Al Muzzamil mengatakan pertemuan itu membicarakan arah koalisi ke depan, namun PKS menyatakan dalam posisi sebagai oposisi dan sudah berbicara jauh dengan Gerindra namun membuka komunikasi dengan yang lain.

(antara)