PDIP DIY Minta Masyarakat Berani Melawan Terorisme

PDIP DIY Minta Masyarakat Berani Melawan Terorisme
 Ilustrasi (istimewa)
 14 Mei 2018 11:19:20 wib
Share :

Kabar7, Yogyakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Derah Istimewa Yogyakarta menyerukan kepada segenab elemen masyarakat untuk selalu berani bergerak dan melawan aksi-aksi teror yang ingin menciptakan ketakutan.

"PDI Perjuangan DIY menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu, bergerak dan bergandeng tangan bersama agar terus mewujudkan Indonesia yang tenteram, damai dan nyaman," kata Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Bambang Praswanto di Yogyakarta, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, seluruh pelaku teror dan mereka yang menjadi dalang aksi teror harus segera bisa ditangkap dan dihukum seberat beratnya, agar tak lagi membuat kekacauan di seluruh wilayah Indonesia.

Ancaman kejahatan kemanusiaan yang jelas diperlihatkan oleh pelaku teror bom di Surabaya tersebut, menurut dia, sudah begitu keji dan biadab serta tidak berperikemanusiaan.

PDI Perjuangan DIY, menurut dia, memberikan dukungan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan TNI serta untuk mengusut, memproses dan mengadili pelaku kejahatan, pelaku teror dan intimidasi.

"PDI Perjuangan DIY memberikan dukungan penuh kepada langkah dan upaya menciptakan suasana damai, mendukung pemerintahan Joko Widodo agar bisa mewujudkan masyarakat adil makmur dan sejahtera," kata dia.

Bambang juga menyerukan kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan DIY agar siap melawan dan mengkonsolidasikan diri untuk menangkal gerakan terorisme, perusakan yang mengganggu ketentraman dan kesejahteraan umum.

"Kita harap Indonesia yang damai, dan inilah poin sikap kita agar bisa didengar oleh semua rakyat di seluruh negeri," kata dia.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menambahkan ke depan upaya mengusut dan membongkar seluruh jaringan teror di Tanah Air perlu segera dilakukan.

"Semua elit bangsa, rakyat Indonesia berduka dan tak pernah takut melawan kejahatan, kekejian para pelaku teror," kata Eko Suwanto.

(antara)