Panglima-Kapolri dan Menkes Tinjau Korban Gempa Lombok

Panglima-Kapolri dan Menkes Tinjau Korban Gempa Lombok
 (Dok. Puspen)
 08 Agustus 2018 23:16:36 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita F Moeloek melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau korban gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang wilayah Lombok.

Setibanya di posko tanggap darurat bencana alam gempa bumi wilayah Lombok, Rabu (8/8/2018), Panglima TNI bersama Menkes RI dan Kapolri menerima paparan dari Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana, di antaranya memaparkan tentang pendistribusian logistik, bantuan kesehatan dan penanganan evakuasi korban yang sudah dilaksanakan TNI beberapa hari terakhir ini.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di enam kecamatan terkena musibah bencana gempa yaitu air bersih, tenda lapangan dan MCK (mandi, cuci, kakus).

"Kebutuhan-kebutuhan tersebut, akan segera ditindaklanjuti," katanya.

Sedangkan wilayah-wilayah yang sulit dijangkau untuk pendistribusian logistik dan evakuasi warga, Panglima TNI mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia akan segera mengerahkan Helikopter untuk membantu apabila ada pasien yang akan dirujuk ke KRI dr. Soeharso 990 atau rumah sakit daerah setempat.

"Untuk kebutuhan air bersih, personel dari Batalyon Zeni akan membantu memperbaiki instalasi air dan akan ada bantuan tangki air bersih termasuk membangun MCK sesuai dengan kebutuhan masyarakat. TNI dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sudah mengirim ratusan tenda, yang saat ini sebagian sudah ada di Lombok, dan sebagian masih ada di Halim," jelasnya.

Ditambahkannya bahwa wilayah-wilayah yang sulit dijangkau sudah didatangi oleh petugas terkait.

"Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Kapolda NTB Irjen Pol Achmad Juri sudah menyampaikan bahwa di enam kecamatan tersebut sudah ada petugas termasuk menggelar jaringan komunikasi," ungkap Panglima TNI.

"Kita akan terus menginventarisir jumlah korban yang memerlukan pertolongan. Saat ini sudah ada KRI dr. Soeharso dan rumah sakit umum setempat, semuanya sudah kita siapkan peralatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak gempa," katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan bahwa untuk tanggap darurat ini berkat kerja sama yang sangat luar bisa dari unsur Polri, TNI dan Pemda serta semua pihak, sehingga evakuasi korban gempa dapat dilakukan secepat mungkin.

Selain itu, Menkes Nila Moeloek menyampaikan bahwa Kemenkes RI bersama-sama dengan TNI dan Polri bekerja sama untuk menolong korban.

"Data sementara, di rumah sakit ada 226 pasien, yang harus dilakukan operasi sebanyak 139 orang. Pada umumnya, mereka mengalami patah tulang. Kita sudah mengirimkan 60 dokter bedah tulang atau ortopedi dan 78 dokter spesialis," jelasnya.

Selanjutnya, Panglima TNI bersama Menkes dan Kapolri mengunjungi para pasien yang sedang dirawat di KRI dr. Soeharso 990.

(Puspen TNI/Hadi)