Pangkohanudnas Tutup Latihan Hanud 2018

Pangkohanudnas Tutup Latihan Hanud 2018
 (Dok. Puspen)
 05 Mei 2018 08:06:54 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus didampingi para pejabat Kohanudnas menutup latihan Hanud Perkasa - A Tahun 2018 melalui teleconference, bertempat di Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (4/5/2018).

Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus dalam amanatnya menyampaikan bahwa dinamika latihan Hanud Perkasa - A semakin memahami pentingnya mengasah kemampuan secara terus-menerus agar kemampuan setiap personel dalam mengaplikasikan dan mengimplementasikan perangkat lunak maupun perangkat keras pertahanan udara dapat diwujudkan secara nyata dalam bertugas.

Pangkohanudnas mengatakan bahwa walaupun pelaksanaan latihan ini sudah sesuai dengan rencana dan sasaran yang diharapkan oleh satuan namun profesionalisme tugas justru diukur dengan seberapa mampu personel maupun satuan dapat melaksanakan tugas-tugas Hanud sesuai dengan yang telah ditentukan.

"Mengingat tugas-tugas ke depan akan terus berkembang seirama dengan kemajuan zaman, maka mutlak untuk menguasai bidang tugas masing-masing dengan baik," katanya.

Marsda TNI Imran Baidirus menjelaskan bahwa pada pelaksanaan latihan tersebut ditemukan berbagai permasalahan terkait dengan kesiapan hardware serta software yang dimiliki untuk dijadikan bahan pemikiran dalam upaya pembangunan kemampuan dan kekuatan, jika dihadapkan pada tugas-tugas yang sebenarnya.

"Para peserta latihan telah mencurahkan tenaga dan pikirannya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan ke sasaran," ucapnya.

Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus mengakhiri sambutannya memberikan tiga penekanan yaitu pertama, agar hasil temuan tim evaluasi dan tim penilaian menjadi perhatian bagi wasit, pengendali maupun pelaku untuk menyempurnakan pelaksanaan tugas dan materiil latihan perkasa di masa mendatang.

Kedua, walaupun Latihan Hanud Perkasa ini sudah ditutup bukan bukan berarti latihan selesai, melainkan para pelaku terus berlatih sesuai dengan siklus latihan yang telah diprogramkan.

Ketiga, jadikan program latihan ini sebagai sarana mengasah kemampuan perorangan kesatuan dan alutsista yang dimiliki agar kesiapsiagaan operasional semua unsur senantiasa terjaga agar dalam kondisi siap operasional.

(silvya)