Owi/Butet Kehilangan Tiket ke Final

Owi/Butet Kehilangan Tiket ke Final
 Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir (istimewa)
 26 Agustus 2018 22:20:51 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang berlaga di semifinal bulu tangkis nomor perorangan Asian Games 2018 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus kehilangan tiket ke final Asian Games di Istora Senayan, Minggu (26/8/2018).

Pada pertandingan yang berlangsung di bawah gemuruh dukungan suporter tuan rumah, pasangan Indonesia Owi/Butet harus mengakui keunggulan ganda campuran China Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dalam dua gim langsung 13-21, 18-21 dalam waktu 35 menit.

Sejak awal pertandingan, pasangan Indonesia yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga tersebut tidak mampu mengembangkan permainan dan hampir tidak berkutik menghadapi tekanan lawan.

Meski sempat menyamakan kedudukan menjadi 7-7, namun Owi/Butet harus mengakui keunggulan ganda campuran China yang baru saja tampil sebagai juara dunia dan kini menempati peringkat satu dunia.

Kondisi serupa juga terjadi di gim kedua. Perolehan angka kedua pasangan pun saling susul-menyusul dengan selisih angka tidak lebih dari dua poin hingga kedudukan 13-15 untuk keunggungan Zheng/Huang.

Meskipun Owi/Butet sempat menunda dua kali “match point”, namun pasangan asal China dapat membukukan tiket ke final setelah smash Zheng yang kuat tidak mampu dikembalikan oleh pasangan Indonesia.

"Memang hasilnya kurang memuaskan. Tetapi kami sudah berupaya tampil semaksimal mungkin. Pasangan China memang bermain baik. Kami akui, kami kalah 'power' dan 'speed',” kata Butet.

Setelah tertinggal di gim pertama, Butet mengaku sulit untuk keluar dari tekanan lawan apalagi untuk menyamakan atau mengungguli perolehan poin.

"Kami sudah mencoba untuk bangkit dan membalikkan keadaan. Tetapi, kemenangan lawan di gim pertama tentu membuat mereka bisa bermain tanpa beban di gim kedua,” katanya.

Hal senada disampaikan Owi yang mengatakan, sejak awal hingga pertandingan berakhir tidak dapat keluar dari tekanan lawan.

“Kami selalu diserang. Saat mencoba bermain bertahan, pasti mati. Tetapi jika mencoba menyerang juga sulit mematikan lawan,” katanya.

Ia pun mengatakan sudah bermain lebih baik dibanding saat tampil di babak perempatfinal.

“Hari ini saya tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Beberapa bola yang keluar lapangan, itu disebabkan karena tekanan dari lawan, bukan karena saya mati sendiri,” katanya.

Di babak final, Zheng/Huang akan bertemu dengan pemenang laga antara Wang Yil Yu/Huang Dong Ping dari China melawan Tang Chun Man/Tse Ying Suet dari Hongkong.

(antara)